Lumbung Berita
NEWS TICKER

Ngawur dan Dzolim..! PJI Tolak Keras RUU Penyiaran

Senin, 3 Juni 2024 | 5:14 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Surabaya_Lumbung-berita.com
Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) tegas menolak draft Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran yang diinisiasi oleh DPR RI. PJI menilai RUU tersebut tidak hanya ngawur, tetapi juga dzolim terhadap kebebasan pers dan profesionalisme media penyiaran di Indonesia. Senin (03/06/2024).

Ketua Umum PJI, Hartanto Boechori menyatakan sikapnya, UU Penyiaran No. 32 tahun 2002 memang perlu direvisi. Namun revisi yang sedang dibahas saat ini sama sekali tidak sesuai dengan semangat kebebasan pers serta malah mengekang kebebasan dan independensi media.

“Cabut segera draft RUU Penyiaran.!,” tegas Hartanto.

Ketua Umum PJI itu menekankan, media penyiaran harus tunduk pada Undang-Undang Pers dan mematuhi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) serta peraturan/aturan Dewan Pers. Ini penting untuk menjaga integritas dan profesionalisme jurnalisme di Indonesia.

“Media penyiaran bagian integral Pers. Jadi harus tunduk pada pengawasan Dewan Pers sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 15 UU Pers. Bukan pada instansi lain termasuk KPI. Bila tidak, riskan mengekang kebebasan Pers,” jelas Hartanto panjang lebar.

Pimpinan tertinggi organisasi wartawan PJI itu menekankan, pembahasan RUU Penyiaran wajib melibatkan Dewan Pers dan organisasi pers yang kredibel.

Baca Juga : klik disini 👇  Sidang ke Delapan Soal Sertifikat, ini Kata Kuasa Hukum Tergugat..!!

“Kami yang paham tentang Pers. Kami yang ikut memperjuangkan kebebasan Pers di era reformasi,” ungkap tokoh Pers Nasional asal Surabaya.

Ketua Umum PJI itu meminta Pemerintah dan DPR RI mendengarkan aspirasi jurnalis dan media penyiaran di Indonesia, serta memastikan setiap regulasi yang dibuat tidak mengorbankan kebebasan Pers dan profesionalisme jurnalisme di tanah air.

Saya tegaskan, silahkan revisi UU Penyiaran, tetapi wajib libatkan Dewan Pers dan Organisasi Pers sejak pembahasan Rancangan Undang undang (RUU) sampai menjadi Undang-Undang,” tutup Hartanto.

Jurnalis : Lum-Red.

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!