Lumbung Berita
NEWS TICKER

Oknum Keamanan di Kepulungan Diduga Tarik Pungli ke Pedagang Kecil

Sabtu, 2 Desember 2023 | 1:36 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-Berita.com
Pedagang kaki lima di Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan gerah. Pasalnya salah satu petugas keamanan di perusahaan milik daerah diduga menarik pungutan liar (pungli).

Informasi ini dibenarkan oleh tokoh masyarakat Kepulungan, Risa Usman saat dikonfirmasi pada Jumat pagi (1/10/2023) di kediamannya.

Menurutnya, oknum berinisial Kr itu menarik pedagang kecil yang berjualan di depan perusahaan tersebut. Besarnya Rp100 ribu tiap pedagang untuk tiap bulan.

“Padahal sepengetahuan saya tak ada aturan resmi pedagang harus membayar retribusi. Ini bisa dikatakan pungli,” ujarnya.

Keterangan yang didapat Risa dari pedagang, pungutan itu atas perintah Kepala Perusahaan. Namun, tak berselang lama, Kr berganti alasan. Kali ini karena instruksi Kepala Keamanan.

“Saya tanya ke pedagangnya langsung, katanya oknum itu disuruh Kepala Perusahaan. Di lain kesempatan, bilangnya instruksi Kepala Keamanan. Inikan lucu,” tuturnya.

Sementara itu dikonfirmasi secara terpisah, Koordinator Luar Kota, MR mengakui salah satu anggotanya menarik pungutan kepada pedagang.

“Sudah saya kroscek ke pedagang. Ternyata memang benar pedagang dipungut biaya tiap bulannya,” ungkapnya.

Baca Juga : klik disini 👇  Lika-Liku Sampah di Randupitu (1): Dari Pempes Terwujudlah Penghargaan

Pungutan itu, sebutnya, atas inisiatif Kr sendiri. Alasannya, karena pedagang telah memanfaatkan air dan sambungan Wifi milik kantor.

“Tidak ada instruksi dari Saya maupun Kepala perusahaan untuk menarik pungutan kepada pedagang. Itu murni inisiatif dia sendiri,” ujarnya.

MR melanjutkan, sejatinya pihaknya tidak melarang pedagang mangkal di depan perusahaan. Asalkan bukan bangunan permanen/semi permanen dan selepas berjualan, dibersihkan.

“Kita memperbolehkan pedagang berjualan di depan perusahaan. Pokoknya setelah jualan, dibersihkan. Lalu bangunannya jangan semi permanen maupun permanen,” urainya.

Masalah sangsi yang bakal diterima Kr, pihaknya menyerahkan kepada pimpinan di Surabaya. Dirinya sebatas berwenang melaporkan setiap tindakan anggotanya.

“Kalau untuk sangsi, itu wewenang atasan Saya. Yang jelas kejadian ini sudah Saya laporkan ke atasan pada 29 November lalu. Pimpinan kami juga berencana menemui dan berkoordinasi dengan Kades Kepulungan,” pungkasnya.

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!