Lumbung Berita
NEWS TICKER

Oknum Perangkat Desa Wonosunyo Disorot, Dituding Lakukan Pungli E-KTP

Sabtu, 20 Januari 2024 | 3:16 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-Berita.com
Kabar tak sedap berembus di Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Salah satu perangkat desanya dituding melakukan pungli pembuatan E-KTP.

Sumber Lumbung Berita mengatakan, pungli diduga dilakukan oleh perangkat berinisial Pr. Yakni dengan menarik pembayaran untuk setiap pembuatan E-KTP. Besarnya variatif. Dari 50 ribu hingga 150 ribu.

“Kabar yang beredar di warga, pembayaran itu untuk biaya transportasi,” terangnya pada awak media, Kamis (18/1/2024).

Pria yang enggan disebutkan namanya tersebut melanjutkan, dugaan pungli itu berlangsung cukup lama. Sejak M. Saleh menjabat sebagai Kepala Desa.

“Sudah lama itu Mas. Kira-kira sejak Pak Saleh menjadi Kades. Bisa dibayangkan sendiri, sudah berapa orang yang sudah mengurus KTP,” ungkapnya.

Bahkan, Ia juga sempat mendengar, warga yang akan mengurus KTP diberi opsi pilihan. Ada jalur cepat dan biasa. Untuk jalur cepat, dijanjikan rampung lebih cepat. Tentu dengan biaya yang lebih tinggi.

“Untuk yang jalur cepat, bayarnya 100 sampai 150 ribu. Dijanjikan lebih cepat selesai. Kalau yang (jalur) biasa, ya bisa lama jadinya,” tuturnya.

Baca Juga : klik disini 👇  Ketum LSM P-MDM (Gus Ujay) Mengapresiasi Kinerja Polsek Purwosari

Dampaknya cukup terasa. Ia menuturkan, para pemuda yang sudah berusia 17 tahun kini malas mengurus E-KTP. Beberapa pemuda memilih menunda pembuatan E-KTP.

“Pandangan orang awam kan buat KTP itu ribet. Apalagi ada biaya seperti itu, ya mereka tambah malas,” jelasnya.

Sementara itu dikonfirmasi lewat pesan daring, Jumat (19/1/2024), perangkat Pr menepis tudingan melakukan pungli. Ia menegaskan pengurusan E-KTP gratis.

“Enggak ada tarikan biaya sama sekali. Pembuatan E-KTP gratis,” tegasnya.

Ia juga mengelak dikatakan memberi opsi jalur cepat kepada warga. Menurutnya, pengurusan E-KTP sudah ditetapkan teknisnya. Tidak ada jalur cepat atau biasa. Jadi ia juga melaksanakan sesuai dengan aturan.

“Enggak ada seperti itu (jalur cepat/biasa). Kalau material E-KTP sedang kosong, ya warga hanya diberi lembaran. Itu sudah aturannya,” tutupnya.

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!