Lumbung Berita
NEWS TICKER

Pasar Hewan Tutup, Ketua Komisi ll DPRD Kabupaten Pasuruan “Semprot” Disperindag dan Peternakan

Selasa, 24 Mei 2022 | 1:11 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

 

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Diduga kurang koordinasi, Ketua Komisi ll DPRD Kabupaten Pasuruan “semprot” dua dinas, terkait adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan berkaki belah, tepatnya sapi, Senin (23/05/2022).

Adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan, maka diadakan
rapat Koordinasi dalam rangka penyampaian aspirasi penjual dan pedagang sapi di Kabupaten Pasuruan, terkait penutupan pasar hewan yang berdampak pada perekonomian yang dirasakan pedagang dan peternak sapi.

Ketua Paguyupan Penjual Daging Pasuruan, M. Habibi, meminta solusi terkait penutupan pasar sapi yang merugikan para peternak sapi dan penjual daging.

“Kami menginginkan pasar hewan tetap dibuka sesuai dengan protokoler kesehatan, dengan membentuk gugus tugas untuk biaya operasional biar di tanggung para pengguna pasar hewan, agar roda perekonomian masyarakat terutama para peternak dan pedagang hewan tetap berjalan,” ucap M. Habibi.

Dikeluhkan Ketua Paguyupan, kami terkendala dalam penjualan daging karena sekarang pihak restoran atau pembeli pedagang meminta Surat Keterangan (SK), bahwa daging yang kita jual terbebas dari PMK.

Sementara itu dalam rapat, Fauzi, Ketua Komisi ll DPRD Kabupaten Pasuruan dari Fraksi Gerindra, “semprot” Disperindag dan Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga : klik disini  Buntut Grebek Bu Kades, Suami Laporan Resmi ke Polsek Nguling

Ketua Komisi ll DPRD Kabupaten Pasuruan meminta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Peternakan untuk berkoordinasi dengan baik.

“Sosialisasi yang baik agar para peternak mengetahui penutupan pasar hewan terkait penyakit PMK, dan harus ada solusi terkait permasalahan ini agar para pedagang hewan tidak merasa dirugikan,” kata Fauzi.

Saya di marah-marahi pedagang gara-gara adanya penutupan pasar hewan. Lha saya tidak ada kabar dari dinas terkait yakni Disperindag dan Peternakan soal penutupan pasar hewan,” keluh Ketua Komisi ll DPRD Kabupaten Pasuruan.

Waktu itu, jelas Fauzi, dirinya turun ke lapangan. Tak pelak, dirinya kaget melihat para pedagang hewan ternak berdagang ditengah jalan.

“Ternyata penutupan pasar hewan sudah ada surat edaran dari Bapak Bupati Pasuruan terkait penyakit kuku dan mulut, yang sebelumnya kami selaku wakil rakyat tidak diberitahu atau tidak ditembusi,” jelasnya.

Tanggapan datang dari Diano Vela Feri, Kadisperindag Kabupaten Pasuruan bahwa penutupan pasar hewan di Kabupaten Pasuruan merupakan pilihan yang terakhir, karena ada hewan yang terindikasi terkena PMK di daerah Sekarjoho Kecamatan Prigen.

Baca Juga : klik disini  Satlantas Polresta Pasuruan Baksos ke Sukarelawan di Dua Lokasi

“Setelah Idul Fitri Bapak Bupati Pasuruan mendapat undangan dari Gubernur Jatim, kami mewakili Bapak Bupati Pasuruan rapat yang dipimpin Menteri Pertanian dan Gubernur Jatim terkait penanggulangan PMK,” ungkap Diano.

Dikatakan mantan Camat Sukorejo, kita menutup pasar hewan ini untuk melindungi para peternak dan pedagang agar kita bisa kontrol perkembangan penyebaran PMK di Kabupaten Pasuruan.

“Kami berkoordinasi dengan semua pihak terkait penutupan pasar sapi, ini terpaksa kami lakukan agar virus tidak mewabah di kabupaten Pasuruan. Penutupan sementara dengan pertimbangan teknis, kita harus bisa menahan diri
Sambil menunggu perkembangan selanjutnya,” tutup Diano Vela Feri.

Ditambahkan Ir. Diana Lukita Rahayu, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan bahwa penyakit PMK ini sama dengan kejadian pada tahun 1980. PMK ini berada 14 kota di Jatim, maka kami bergerak cepat untuk mengumpulkan petugas keswan untuk mensosialisasikan seperti apa PMK itu.

“Kami berkoordinasi dengan forkopimcam untuk melakukan penanggulangan dengan melakukan penyemprotan, karena hasil laboratorium dinyatakan positif PKM. Kami minta kesadaran dan pemahaman terkait penutupan pasar hewan adanya PMK ini, karena populasi penyumbang daging sapi terbanyak adalah Kabupaten Pasuruan,” kata Diana.

Baca Juga : klik disini  Oknum Guru SD di Grebek Warga di Sumberejo Purwosari

PMK ini tidak menular kepada manusia akan tetapi manusia bisa menularkan kepada hewan ternak. Kita harus menahan diri dahulu, jangan membeli sapi dari daerah lain karena akan meningkatkan penyebaran PMK,” tutup Diana.

 

Hadir dalam rapat koordinasi Fauzi, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Fraksi Gerindra. Diano Vela Feri Santoso, Kadisperindag Kabupaten Pasuruan. Ir. Diana Lukita Rahayu, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan. Iptu Wachid, Kanit Pidek Polres Pasuruan. Karsono, Satpol PP Kabupaten Pasuruan.

Turut pula Drh. Arga, Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan.
Riffai Zuhri, Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan. Iptu Johanes, Wakapolsek Purwosari. Aipda Ken Sandi, Kanit Intel Polsek Purwosari. Serka Didik P, Unit Intel Kodim 0819 Pasuruan. M. Habibi, Ketua Paguyuban Penjual Daging Sapi Pasuruan dan lainnya.

Kegiatan rapat koordinasi terkait wabah PMK dalam rangka penyampaian aspirasi penjual dan pedagang berlangsung dengan aman dan lancar.

Jurnalis : Lum.

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!