Lumbung Berita
NEWS TICKER

Pasien Meninggal, Pihak Keluarga Pertanyakan Pelayanan RSUD Bangil, Begini Kronologinya

Jumat, 30 April 2021 | 3:05 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Rasa kecewa Vivi seolah tak terbendung. Warga Desa Wrati, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan ini “muntab” usai melihat ayahnya, Sumari (74), meninggal saat dirawat di UGD RSUD Bangil, Jumat (30/04/2021).

Menurut Vivi, ayahnya tersebut meninggal usai diambil darah. Kekecewaannya bermula dari beberapa keluhan terkait pelayanan tidak dihiraukan sama sekali oleh perawat.

Ia menerangkan, sebelum pengambilan darah, kondisi ayahnya baik baik saja. Untuk mengobrol pun enak.

Keadaan berubah seketika usai Vivi dari kamar mandi. Ia menyaksikan ada perawat yang mau mengambil darah Sumari.

Saat itu ia sempat melihat oksigen berhenti. Ia pun mengajukan komplain. Namun, keluhannya tak digubris oleh perawat.

“Sebelum diambil darah, saya sempat bilang ke perawat kalau oksigennya berhenti, tapi perawat itu tidak menjawab dan tetap melanjutkan pengambilan darah,” akunya.

Bahkan ketika perawat tersebut menusukan jarum sutik, dirinya lagi-lagi komplain. Karena ia menyaksikan ayahnya kesakitan.

“Setelah ayah saya diambil darahnya, detak nadi ayah saya berhenti (meninggal),” tambahnya dengan mata berkaca-kata.

Baca Juga : klik disini  Gawat, Warga Wotgalih Nguling Blokade Jalan, Ini Alasannya..!

Fauzi yang juga merupakan anak Sumari tak kalah kecewanya. Ia menyayangkan sikap perawat yang memilih melanjutkan pengambilan darah meski ayahnya kesakitan.

“Seharusnya perawat itu tanggap atas keluhan keluarga. Pentingkan nyawa pasien. Jangan dilanjutkan pengambilan darahnya, biar pasien stabil dulu, kalau begini namanya pembiaran,” tukasnya.

Sementara itu Humas RSUD Bangil Muhammad Hayat menepis terkait oksigen berhenti. Menurut Hayat, oksigen terpasang secara paralel. Jika dikatakan berhenti, otomatis seluruh ruangan berhenti.

“Kalau oksigen itu ya tidak mungkin mati, karena oksigen tersebut paralel. Pastinya kalau mati satu ruangan, berarti ya mati semua untuk ruangan lainnya,” terangnya.

Perawat yang tidak menghiraukan keluhan keluarga pasien juga ditanggapi oleh Hayat. Ia menuturkan perawat punya standar operasional sendiri. Yakni bekerja sesuai instruksi dokter.

“Perawat itu menjalankan pekerjaan sesuai tugas dari dokter. Kalau perawat disuruh ambil darah, ya harus ambil darah. Tidak bisa mengambil keputusan sendiri (bertindak sendiri atas perintah keluarga pasien),” tutupnya.

Jurnalis : Samhuri.

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!