Lumbung Berita
NEWS TICKER

“Pasukan” Peci Merah Serbu Makam Pak Sakera

Rabu, 10 November 2021 | 1:02 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Ada pemandangan lain di makam Pak Sakera di Desa Kolursari, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan siang tadi (10/11/2021). Makam salah satu tokoh sejarah Pasuruan itu dijejali orang-orang berpeci merah.

Kedatangan “pasukan peci merah” itu rupanya untuk mengenang Hari Pahlawan dengan nyekar dan mengirim doa untuk Pak Sakera. Sedangkan orang-orang yang berpeci sendiri adalah budayawan dan warga yang peduli terhadap keberadaan Pak Sakera.

Ketua Forum Pamong Kebudayaan Jawa Timur (FPK Jatim) Ki Bagong Sabdo Sinukarto mengatakan, konsep peci merah memang dipilih sebagai simbol keberanian dan kegigihan. Ki Bagong mengaku terinspirasi dari celetukan orang tua di masa lampau.

“Kalau orang tua zaman dulu saat kita habis bermain lari-lari, pasti orang tua kita bilang ‘wajahmu abang-ireng (merah-hitam) Le’. Tapi kita yang diomong seperti itu, pasti dalam kondisi yang semangat. Enggak mungkin sedang pucat. Makanya ini yang menjadi inspirasi dan sekarang ini kami terapkan,” paparnya.

Budayawan beralamat di Prigen ini melanjutkan, simbol semangat itu lah yang ingin pihaknya kobarkan terus menerus dalam memperjuangkan kebudayaan. Khususnya untuk Pak Sakera agar mendapat gelar pahlawan.

“Ini lah wujud kami, para seniman dan budayawan, untuk tidak lelah melakukan upaya pemajuan, pelestarian, dan pengembangan kebudayaan. Ini juga wujud kami yang tanpa lelah mengusulkan Pak Sakera menjadi Pahlawan dan senjata Monteng menjadi senjata khas Pasuruan,” jelasnya.

Baca Juga : klik disini  Beredar Surat Perjanjian "Denda 5 Juta" harus di Bayar 1 Minggu

Senada dengan Ki Bagong, Ketua FPK Pasuruan, Ari Kurniawan, menjelaskan bahwa semangat dan suri tauladan Pak Sakera semasa hidup patut dicontoh di masa-masa sekarang.

“Jadi bukan sekadar nyekar dan kirim doa. Tapi juga meneladani dan meniru semangat Pak Sakera yang gigih dalam berjuang,” tutur pria berdomisili di Gempol tersebut.

Pantauan awak media, selama di makam, mereka melakukan tahlil, doa, tabur bunga, tumpengan dan selayang pandang terkait perjuangan Pak Sakera.

“Ini salah satu wujud penghormatan kepada beliau (Pak Sakera). Apa yang kita lakukan hari ini termasuk pelestarian seni budaya, yakni tabur bunga dan doa. Semoga kebiasaan ini tetap lestari,” tukas Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Lukas Cahya Buana.

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!