Lumbung Berita
NEWS TICKER

Peran Generasi Milenial dalam Menciptakan Demokrasi yang Berkualitas

Selasa, 12 Maret 2024 | 11:41 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Pemilihan umum atau pemilu merupakan proses demokrasi yang sangat penting bagi suatu negara. Proses pemilu yang bersih, jujur, adil dan terbuka memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa negara sungguh-sungguh memperhatikan hak-hak sebagai warga negara

Dalam memilih pemimpin dan wakilnya, di badan legislatif dan eksekutif generasi milenial dinilai sebagai generasi yang harus melek dan pandai dalam menyerap informasi. Dimana informasi yang dikonsumsi oleh generasi milenial harusnya di telaah metode menjadikan generasi ini kritis, bukan malah acuh tak acuh terhadap isu-isu politik.

Hendro Eko Purwanto selaku Kadiv PPH Panwascam Wonorejo mengatakan, hasil terbaru study menemukan bahwa generasi milenial masuk dalam kategori lemah atau kurang tertarik berdiskusi tentang politik. Bahkan saat ini sebagian besar generasi muda atau generasi milenial yang paling banyak terlibat dalam proses partisipasi politik.

“Meningkatkan kesadaran politik bagi kalangan milenial melalui pendidikan kewarganegaraan itu sangatlah penting. Pendidikan merupakan hal yang sangat urgen saat ini, karena branding politik yang ada saat ini cenderung buruk. Hal ini merupakan bagian dari pentingnya pendidikan politik berkelanjutan untuk mengembalikan politik pada tujuan semula,” ungkapnya, Senin (11/03/2024).

Sebagai jalan hidup demi kebaikan bersama. Idealnya tidak hanya jumlah pemilih yang berpartisipasi dalam pemilu, namun juga kualitas pemilih dalam memilih pemimpin, memberikan sarana pelaksanaan keputusan pemimpin politik yang kompeten dan jujur.

“Dengan katalain, pemilu tidak hanya memiliki tingkat partisipasi pemilih yang tinggi, namun juga kualitas pesertanya yang tinggi. Kredensial masuk akal karena menyelenggarakan pemilu berkualitas tinggi juga memerlukan peserta berkualitas tinggi, termasuk peserta yang cerdas, berpendidikan dan kritis secara politik,” imbuhnya.

Baca Juga : klik disini 👇  RSUD Bangil Launching Layanan Baru "Holistic"

Lebih lanjut, Pemilu 2024 adalah pemilu keenam bagi Indonesia sejak reformasi 1998. Selain itu, Pemilu 2024 menjadi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden secara langsung untuk kelima kalinya secara berturut-turut, sejak pertama kali dilaksanakan pada 2004, ini kali kedua pemilu serentak dilaksanakan setelah yang pertama pada 2019. Oleh sebab itu, Pemilu 2024 adalah momentum konsolidasi demokrasi yang sangat penting bagi Indonesia.

Selain itu, pada pelaksanaan Pemilu 2024 terdapat variabel yang penting bagi Indonesia. Variabel itu adalah tingginya angka pemilih milenial di Indonesia. Dari 204 juta lebih pemilih Indonesia di Pemilu 2024, lebih dari 50% adalah pemilih usia muda. Dari data yang dirilis oleh KPU, kita dapat memastikan konfigurasi usia pemilih untuk Pemilu 2024 dikuasai oleh pemilih milenial.

Ruang lingkup pemilih milenial yang dimaksud dalam hal ini adalah pemilih berusia di bawah 40 tahun. Dari data pemilih yang sudah ditetapkan oleh KPU, terlihat total pemilih yang berusia di bawah 40 tahun jumlahnya 48,07%. Pemilih yang berusia 31-40 tahun jumlahnya adalah 20,70% pemilih yang berusia 17-30 tahun jumlahnya 31,23%.

Baca Juga : klik disini 👇  Sidang ke Delapan Soal Sertifikat, ini Kata Kuasa Hukum Tergugat..!!

“Generasi milenial mereka adalah pemilih yang punya karakteristik tersendiri. Generasi yang cepat belajar dan memahami hal baru. Mereka yang dekat dengan perkembangan teknologi dan informasi. Variabel ini adalah variabel yang secara langsung akan dapat mempengaruhi konstelasi pemilihan umum. Dengan jumlah pemilih milenial mencapai 56% atau sebesar 114,6 juta orang, bisa dipastikan generasi milenial akan menentukan keterpilihan pemimpin politik Indonesia,”tambahnya.

Apalagi dalam pemilu 2024 ini banyak pemilih milenial berpartisipasi langsung sebagai penyelenggara ad hoc yaitu ada yang menjadi menjadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dan menjadi Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS). Peran sebagai KPPS dan PTPS dipastikan sangat signifikan.

Wujud dari penyelenggaraan kedaulatan rakyat di dalam sebuah proses penyelenggaraan pemilu sesungguhnya dilaksanakan di TPS. Dalam kondisi itu, KPPS dan PTPS adalah aktor kunci yang memfasilitasi dengan baik, dengan jujur dan adil, bagaimana kedaulatan rakyat dapat difasilitasi kepada setiap pemilih di TPS.

Jika proses di TPS berjalan dengan jujur dan adil, maka pemilu dapat dikatakan diselenggarakan dengan jujur dan adil. Oleh sebab itu banyak pemilih milenial berkontribusi langsung untuk terlibat menjadi PPS atau PTPS dan ada juga yang menjadi pemantau pemilu, ini merupakan langkah yang sangat strategis di dalam Pemilu periode depan.

Baca Juga : klik disini 👇  Sidang ke Delapan Soal Sertifikat, ini Kata Kuasa Hukum Tergugat..!!

Pemilih milenial tidak boleh hanya menjadi follower di dalam penyelenggaraan pemilu, tidak boleh menjadi objek pencarian suara di dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 oleh peserta pemilu. Tetapi, pemilih milenial mesti mengambil peran yang signifikan. Apalagi, kesempatan untuk menjadi penyelenggara pemilu ad hoc, dapat menjadi angka kredit bagi pemilih milenial yang masih duduk di bangku kuliah.

“Pengabdian masyarakat dapat diwujudkan oleh pemilih milenial dengan menjadi anggota KPPS dan PTPS. Selain dapat berkontribusi menjaga integritas penyelenggaraan pemilu, pemilih milenial juga secara nyata menjadi fasilitator di dalam melayani pemilih dalam rangka mewujudkan prinsip kedaulatan rakyat yang sesungguhnya. Peran kunci di dalam pemilu akan dimiliki oleh KPPS dan PTPS,” tutup Kadiv PPH Panwascam Wonorejo.

Jurnalis : SH.

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!