Lumbung Berita
NEWS TICKER

Pesan Kapolres Pasuruan Jelang Operasi Lilin Semeru 2020

Selasa, 8 Desember 2020 | 4:04 am
Reporter: Sunariyo
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Jajaran Forkopimda Kabupaten Pasuruan menggelar rapat koordinasi persiapan pengamanan Operasi Lilin Semeru 2020. Rapat berlangsung di ruang eksekutif Polres Pasuruan, Senin (07/12/2020).

Sejumlah nama penting hadir dalam rapat tersebut. Diantaranya Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan, Bupati Pasuruan yang diwakili oleh Kasatpol PP Bhakti Jati Permana, dan Dandim 0819 Pasuruan yang diwakili oleh Kasdim Mayor Czi. Sultoni.

Kemudian hadir juga Ketua MUI Kab Pasuruan KH. Nurul Huda, Ketua Bamag Kab Pasuruan Pdt. Purwanto, Ka UPT Dinas Kesehatan, Binamarga dan Cipta Karya Kabupaten Pasuruan.

Salah satu target Operasi Lilin Semeru 2020, dikatakan oleh AKBP Rofiq Ripto Himawan adalah menjaga kegiatan perayaan Natal bagi umat Nasrani yang akan beribadah di gereja.

“Untuk tahun ini bila ingin memperingati perayaan Natal dan Tahun baru 2021, harus melengkapi protokol kesehatan dan mendapat surat rekomendasi dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pasuruan,” tegasnya.

Untuk Tim Gugus Tugas Covid-19, Rofiq meminta untuk tidak mengeluarkan surat izin pelaksanaan perayaan tahun baru yang berpotensi mengundang keramaian.

Baca Juga : klik disini  Satlantas Polres Pasuruan Kota Giat Simulasi PPGD

“Pemerintahan khususnya Gugus Tugas Covid-19 agar tidak mengeluarkan surat keterangan yang akan melaksanakan keramaian terkait perayaan Tahun Baru 2021,” pintanya.

Potensi timbulnya titik kemacetan juga tak luput dibahas oleh perwira dengan dua melati tersebut. Menurutnya kemacetan bisa diurai bila antar instansi bekerjasama dan berkoordinasi.

“Di titik-titik rawan kemacetan wilayah Pasuruan, mari saling kerjasama dan koordinasi dengan instansi lain agar saling memecahkan masalah terkait kemacetan,” sambungnya.

Kepada 10 perwakilan Hotel yang hadir, Rofiq mengingatkan untuk meminta tamu menunjukkan surat keterangan kesehatan. Surat kesehatan tersebut berlaku bila tamu menginap lebih dari tiga hari.

“Bilamana ada orang yang menginap di hotel tersebut lebih dari tiga hari, maka pihak hotel segera minta lah surat keterangan kesehatan atau hasil Rapid maupun Swab kepada yang bersangkutan,” tutupnya.

 

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!