Lumbung Berita
NEWS TICKER

Piala AW Cup 2020 dan Peresmian BUMdes Candiwates di Buka, ini Kata AW..!

Minggu, 22 November 2020 | 7:04 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Adu layang-layang tradisonal Piala AW Cup 2020 di buka, dengan dibarengi peresmian Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) “Maju Makmur” Desa Candiwates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (21/11/20).

Adalah Andri Wahyudi (AW), wakil ketua DPRD Kabupaten Pasuruan,
juga memperkenalkan Desa Candiwates yang mempunyai potensi alam dari mulai Agro wisata, fasilitas mulai Outbond dan kuliner hingga Home stay.

Lomba adu layang-layang tradisional tingkat Nasional Piala AW CUP 2020 bersumber mandiri, alias non APBD Pemkab Pasuruan.

65 persen, peserta datang dari luar Kabupaten Pasuruan, seperti Malang, Blitar, Kediri, Mojokerto, Jombang hingga luar Provinsi Jawa timur seperti Blora Jawa Tengah.

Saat ini, Bumdes yang berada di Kabupaten Pasuruan rata-rata cukup memprihatinkan, karena hampir tidak tersentuh tangan dingin pemerintah pada umumnya.

Padahal Bumdes adalah salah satu potensi program unggulan pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Alhasil, Bumdes di Kabupaten Pasuruan banyak yang tidak berfungsi pada semestinya. Hal ini sempat di kritik dengan keras oleh wakil ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Fraksi PDI-Perjuangan, Andri Wahyudi, saat sidang Paripurna beberapa hari yang lalu.

Baca Juga : klik disini  Kedele Mahal..! Kado Akhir Tahun dirasa "PAHIT" oleh Pedagang Tempe

Maka dari itu, wakil ketua DPRD Kabupaten Pasuruan membuat terobosan dengan memperkuat Bumdes “Maju Makmur” Desa Candiwates, Prigen.

Launching desa wisata Bumdes “Maju Makmur” Desa Candiwates dengan menyajikan adu layang-layang tradisional tingkat Nasional Piala AW CUP 2020, untuk mendatangkan wisatawan.

Menurut wakil ketua DPRD Kabupaten Pasuruan dalam sidang Paripurna nota pengantar keuangan APBD 2021 yang lalu, pemerintah harus peduli terhadap program Bumdes, agar bisa menyerap tenaga kerja dan bisa mengurangi angka pengangguran, Karena mengingat angka pengangguran di kabupaten Pasuruan cukup besar.

AW berharap kegiatan tersebut dapat mampu mengembangkan usaha lokal desa, sesuai dengan potensi di masing-masing desa seperti Desa Candiwates, khususnya Kecamatan Prigen.

“Saya mendorong penuh semua lembaga Bumdes yang sudah dibentuk di semua desa, agar mampu menggerakkan perekonomian masyarakat setempat guna kepentingan kesejahteraan,” Kata AW.

Dikatakan, Bumdes merupakan lembaga usaha desa yang dikelolah oleh masyarakat dan pemerintah desa secara langsung, dalam upaya memperkuat perekonomian berdasarkan kebutuhan dan potensial desa.

Baca Juga : klik disini  Arus Mudik di Kabupaten Malang Tahun 2022 Berkurang Dibanding Tahun 2019

Tujuan Bumdes seperti dalam Permendesa PDT dan Transmigrasi No. 4/2015 adalah, meningkatkan perekonomian desa, meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa.

“Saya melihat peran Bumdes sangat besar sebagai penggerak perekonomian masyarakat desa, sesuai dengan kekayaan potensi yang dimiliki wilayah desa,” Jelasnya.

Bumdes merupakan pilar kegiatan ekonomi yang berfungsi sebagai lembaga sosial “social institution” dan komersial “commercial institution”. Dari aspek sosial, Bumdes berpihak kepada masyarakat melalui kontribusinya dalam penyediaan pelayanan sosial.

“Sedangkan aspek komersialnya mencari keuntungan melalui penawaran sumberdaya lokal, barang dan jasa ke pasar,” Tambahnya.

AW menyarankan, agar Bumdes harus dilakukan secara profesional dan perlu uluran tangan dingin pemerintah, dengan menekankan prinsip efisiensi dan efektifitas.

Bumdes dibangun atas prakarsa (inisiasi) masyarakat, serta mendasarkan pada prinsip-prinsip kooperatif, partisipatif, transparansi, emansipatif, akuntabel, dan sustainabel dengan mekanisme member-base dan self-help,” Tutup AW.

Jurnalis : Yudha
Penerbit : Redaksi

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!