Lumbung Berita
NEWS TICKER

Pimpinan Perusahaan PT Indraco Global Indonesia Angkat Bicara soal Karyawan Demo

Rabu, 6 Januari 2021 | 2:46 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Pimpinan Perusahaan PT Indraco Global Indonesia, Umar, mengaku selama ini biaya rapid tes sudah ditanggung oleh perusahaanya.

Hal ini Umar utarakan kepada awak media seusai proses mediasi di Balai Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Rabu (06/01/21).

“Masalah rapid bayar atau tidak berbayar, perusahaan sudah memberi kok. Kita sudah mengalah. Ini kan bertahap. Sudah jalan separuh,” Ungkapnya.

Justru Umar menganggap aksi pagi tadi sebagai aksi salah kamar. Menurutnya, secara resmi, pendemo adalah pegawai PT KBM, bukan PT Indraco Global Indonesia. Seharusnya PT KBM-lah yang menuntut PT Indraco.

“Mereka itu secara resmi pegawai PT KBM, bukan pegawainya Indraco. Seharusnya yang menuntut kami adalah PT KBM, tapi KBM sendiri tidak terlalu menuntut. Tuntutan mereka sebetulnya salah kamar. Tapi enggak apa-apa, nanti biar KBM berdiskusi dengan kami,” Paparnya.

Rapid tes sendiri diakui Umar menjadi aturan wajib di perusahaannya. Semua yang terlibat di perusahaan, baik Vendor maupun karyawan, wajib rapid tes.

“Perusahaan ini adalah perusahaan mamin. Wajib hukumnya steril. Makanya kami wajibkan bagi vendor maupun pekerja untuk rapid tes,” Tuturnya.

Baca Juga : klik disini  Pos Penjagaan Proyek di Pucangsari - Purwosari Terbakar

Mengenai tuntutan pendemo, Umar memastikan, seluruh tuntutan pendemo akan dibicarakan dengan managemen.

“Tuntutan dari pendemo kita hormati, kita dengarkan, dan kita respon. Nanti akan kita bicarakan dengan managemen,” Jelasnya.

Meski begitu, Umar tak bisa berjanji akan memenuhi semua tuntutan pendemo. Karena perusahaannya, sebutnya, membutuhkan waktu untuk mengkaji semuanya.

“Tentunya tidak semua tuntutan dapat dipenuhi. Misalkan iya (dipenuhi semua tuntutan) tentunya butuh proses,” Tukasnya.

Sementara itu, dihubungi di tempat terpisah, Tokoh Masyarakat Desa Bakalan, Akhmad Soleh menyatakan wajar bila pendemo menuntut ke PT Indraco.

Meskipun secara fakta, pendemo adalah pegawai PT KBM, tapi menurut Soleh, keseharian mereka bekerja di PT Indraco.

“Kuncinya memang di Indraco, karena tempat kerjanya mereka di Indraco. Ya enggak mungkin kan demo ke kantor PT KBM. Kalau mereka mengatakan yang mempekerjakan adalah KBM, ya monggo semua pihak segera menyelesaikan,” Tegasnya.

Pria asli Purwosari ini melanjutkan, tuntutan pendemo adalah wujud akumulasi kekecewaan karyawan selama masa pandemi ini.

“Intinya tuntutan itu adalah keberatan. Selain normatif hubungan kerjanya tidak terpenuhi, setiap bulan harus rapid. Kalau reaktif, tidak dipekerjakan dan tidak digaji. Kalau non reaktif, jadwal kerjanya tidak tentu. Sehingga gaji mereka juga tidak tentu,” Ulasnya.

Baca Juga : klik disini  Pentolan LSM Kota dan Kabupaten Pasuruan, Agus Cokel dan Kusuma : Bupati Harus Mencopot Kadispendik

Diakhir pembicaraan, Soleh menuturkan, karena saking kecewanya itulah, pendemo melakukan aksinya secara spontan.

“Tadi itu spontan. Ya mereka memang enggak mau kerja. Tidak ada yang memerintahkan. Tidak ada yang memimpin. Murni aksi spontanitas akibat kecewa terhadap kebijakan perusahaan,” Tutupnya.

Seperti diberitakan Lumbung Berita sebelumnya, pagi tadi karyawan PT Indraco Global Indonesia berdemo di jalan raya Purwosari – Pasuruan. Mayoritas pendemo adalah karyawan yang berdomisili di Desa Bakalan, Purwosari.

Tuntutan pendemo setidaknya ada tiga hal. Yakni keberatan dengan jadwal rapid tes tiap bulan, keberatan dengan biaya rapid tes yang ditanggung karyawan sendiri, dan mengeluhkan jadwal kerja yang amburadul.

Jurnalis : Ulum

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!