Lumbung Berita
NEWS TICKER

Polres Pasuruan Ungkap 38 Ton Benih Jagung Merk Bisi-18 Palsu

Minggu, 13 Desember 2020 | 2:19 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

 

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Masyarakat luas, khususnya petani sebaiknya hati-hati bila membeli benih. Pasalnya siang tadi (13/12/2020), Polres Pasuruan berhasil mengungkap penjualan benih jagung merk Bisi-18 palsu. Tak tanggung-tanggung, total benih yang diungkap sebanyak 38 ton.

Pengungkapan itu dilakukan dalam acara press conference di Mapolres Pasuruan. Disana, tiga tersangka dihadirkan. Mereka adalah Ahmad Saeroji (36 Th) warga Umbulsari Jember, Mohammad Shoqibul Izar (32 Th) warga Loceret Nganjuk dan Indra Irawan (34 Th) warga Gondang Nganjuk.

Aksi tiga orang ini sungguh membuat orang mengelus dada. Bagaimana tidak, mereka memasukkan benih jagung biasa ke dalam kemasan benih jagung unggulan merk Bisi-18.

Kalau harga Bisi-18 mencapai 75 ribu rupiah per kilogram, maka Bisi-18 palsu ini mereka bandrol sebesar 35-40 ribu rupiah per kilogram. Untung yang mereka dapat berkali-kali lipat. Sebab mereka mengulak jagung biasa dengan harga 7-8 ribu rupiah saja.

“Satu kilo benih ini, Bisi menjualnya dengan harga 75 ribu rupiah. Sedangkan isi jagung yang dibuat oleh pelaku ini adalah jagung biasa yang harganya hanya 7-8 ribu rupiah. Kemudian mereka menjualnya di harga 35-45 ribu rupiah perkilo,” tutur Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan.

Baca Juga : klik disini  Puting Beliung Terjang Delapan Rumah di Desa Jatisari Purwodadi

Jarak harga Bisi-18 asli dengan palsu cukup jauh. Ada rentang harga sebesar 30-an ribu rupiah. Tak heran bila mereka sukses mengedarkan Bisi-18 buatannya sampai berpuluhan ton. Yang lebih mengkhawatirkan, sebut Rofiq, 50 ton masih beredar hingga sekarang.

“Tolong ini diantisipasi masyarakat. Data yang kita punya, Bisi-18 palsu sudah beredar sebanyak 50 ton. Sedangkan yang berhasil kita sita sekarang sebanyak 38 ton. Masih lebih banyak yang beredar daripada yang disita,” jelasnya.

Efek yang terasa pertama kali jelas petani jagung. Petani yang berharap hasil panennya melimpah layaknya Bisi-18, malah tekor.

“Jadi masyarakat yang berharap hasil jagungnya melimpah malah mendapatkan panen yang tidak optimal,” terang perwira dengan pangkat dua melati tersebut.

Suksesnya mereka dalam memalsukan Bisi-18 palsu dikarenakan prosesnya benar-benar rapi. Proses pendistribusiannya pun, sebut Rofiq, melalui lintas provinsi.

“Gambarannya seperti ini, ketika kita pesan dari Pasuruan, maka barang dikirim dari Jember, tapi kemudian komunikasinya melalui agen yang berada di Malang, padahal produksinya ada di Nganjuk. Dan mereka menerapkan sistem ini supaya proses pendistribusiannya tidak terendus oleh aparat kepolisian,” paparnya.

Baca Juga : klik disini  Pencuri HP di Gempol Diduga Residivis

Cara culas tersebut terbukti ampuh sebelum terendus Polres Pasuruan. Padahal dari segi keamanan kemasan, perusahaan PT Bisi Internasional sudah menerapkan di level yang tinggi.

“Dari hasil analisa kami, praktik ini sudah berjalan dua tahun. Sebenarnya dari pihak perusahaan sendiri sudah memiliki cara kontrol yang cukup rapi. Masing -masing produk sudah ditempel hologram. Hologram ini ternyata oleh pelaku bisa ditiru. Caranya dengan memproduksi hologram yang khusus dipesan dari China,” ungkapnya.

Ketiga orang ini kini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Mereka dikenakan tiga pasal. Yakni pasal 115 UU RI No. 22 Tahun 2019 tentang sistem budidaya pertanian berkelanjutan, dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun dan denda maksimal tiga milyar rupiah.

Kemudian pasal 100 UU RI No. 20 tahun 2016 tentang merek dan indikasi geografis. Ancaman hukumannya lima tahun penjara atau denda maksimal dua milyar rupiah.

Terakhir pasal 102 UU RI No. 20 tahun 2016 tentang merek dan indikasi geografis. Ancaman hukumannya penjara setahun atau denda maksimal dua ratus juta rupiah.

Baca Juga : klik disini  Meiko Square Nogosari Pandaan Tak Berijin diduga Bagi- Bagi Uang Keamanan

“Ancaman pidana kumulatif diatas 5 tahun, 6 tahun, dan yang satunya 2 tahun. Ini kita masih mengejar 2 DPO lagi. Saya imbau kepada mereka yang melarikan diri, segera lah menyerahkan diri,” pungkas Rofiq.

Jurnalis : Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!