Lumbung Berita
NEWS TICKER

Posko 16 Pamit Pisah Penuh Dengan Kesedian di Kampung Warna Desa Karangrejo

Senin, 7 November 2022 | 9:39 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

 
Pasuruan,lumbung-berita.com
 
Selama kurang lebih 20 hari, mahasiswa IAI Darullughah Wadda’wah Bangil Angkatan 2022 yang berjumlah 313 mahasiswa telah melakukan pengabdian kepada masyarakat yang di mulai pada Hari Senen Tanggal 17 Oktober 2022 yang di buka langsung oleh ustadz.ArifRahman,M.H.I di Pendopo Desa Karangrejo Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan.
 
Kelompok 16,17,18,19 berkesempatan mengabdi di Desa Karangrejo, dari Peserta KKN Khususnya Posko -16 menginap di rumah salah satu warga bernama Mina warga Kampung Warna, Beragam momentum selama Kuliah Kerja Nyata (KKN) Di Desa Karangrejo dengan banyaknya Kegiatan, Salah satunya adalah membangun keakrapan dengan warga desa sekitar. Kelompok KKN posko 16 Desa Karangrejo melaksanakan kegiatan dari mushollah, masjid dan juga lembaga Pendidikan tidak hanya Kelompok 16 tapi semua Posko juga melakukan Hal yang sama, Sabtu (05/11/2022).
Pada saat acara puncak atau perpisahan banyak hal yang dapat di ambil dari mahasiswa  IAI Darullughah Wadda’wah Bangil setelah 20 hari lebih mengabdi di Desa tersebut. 
 
Alkhamdullilah menghasilkan Kesan yang sangat baik dari segi agama maupun dari segi karakter individu yang menonjolkan sesuai harapan masyarakat karangrejo.
 
Pada detik perpisahan dalam kata sambutannya terakhir saat mau pisah kenang Fahmi kelompok 16 mengucapkan kepada ketua RW mewakili Teman-Teman KKN dengan mimik sedih sambil berkaca-kaca seakan mau menangis,“Terimakasih yang tak terhingga kepada seluruh lapisan masyarakat Desa karangrejo terutama Rt 02 Rw 05 yang telah menerima, mendidik dan membimbing untuk belajar terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat untuk menjalankan program KKN, banyak sekali ilmu yang kami dapatkan selama mengabdi disini dan mudah-mudahan bermanfaat untuk kedepannya. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada semua warga rt 02 yang telah mendukung serta membantu kelancaran kegiatan kami selama mengabdi disini,”ungkap fahmi saat di rumah Ketua RW.
 
Masroni juga berpesan kepada mahasiswa KKN Perpisahan memang menyisakan kesedihan namun hakikat pertemuan pasti ada perpisahan, wis Kadung sayang sayange lakok di tinggal ( saat sayang sayangnya di tinggal) inilah momentum paling menyedihkan apalagi Bumina yang sangat merasa kehilangan, Tapi tidak harus cukup sampai di sini karena momen ini sangat di butuhkan oleh masyarakat terutama kepada anak didik yang pernah di bina dan bisa mempratekan apa yang di dapat dalam proses pendidikan Singkat tersebut.
 
Jurnalis : mr

Baca Juga : klik disini  "Ngamen Kepada Tuhan" Komunitas KCBR bagikan Sedekah

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA