Lumbung Berita
NEWS TICKER

Prihatin Palestina, Aktivis dan Wartawan Gelar Deklarasi Damai

Minggu, 23 Mei 2021 | 4:45 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Malang_Lumbung-berita.com
Konflik yang melanda Palestina membuat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Aktivis, Pengacara dan Wartawan menggelar deklarasi damai membela Palestina.

Deklarasi tersebut berlangsung di Cafe Dendeng Ontong, Jalan Raya Bukit Berbunga, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jumat (21/5/2021).

Informasi yang diterima Lumbung Berita, sebelum deklarasi, seluruh hadirin berkesempatan menuangkan pendapatnya tentang penderitaan rakyat Palestina.

Koordinator acara, Alex Yudawan menyebutkan aksi bela Palestina didasari atas keprihatinannya melihat serangan kepada rakyat Palestina.

“Sebagai sesama muslim khususnya Indonesia, serangan Israel ke Palestina adalah bentuk penjajahan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia. Jadi, atas dasar inilah, kami berkumpul disini dan terus mendukung perjuangan sehingga penjajahan dihilangkan dan Palestina merdeka,” kata pentolan LSM YUA ini.

Sedangkan Direktur Center For Banking Crisis (CBC) Jawa Timur Sugiharso mengatakan, pada dasarnya Indonesia memegang prinsip politik bebas aktif dalam hubungan Internasional sesuai pembukaan UUD 1945.

“Sebab, tindakan ini tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Kita menganut Politik bebas aktif, sesuai dengan Pembukaan UUD 1945, segala penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Apalagi tindakan Israel jelas sangat melanggar HAM,” tegasnya.

Baca Juga : klik disini  Awas !! Jangan Sampai Dapat Janur Kuning dari Petugas saat Mudik Lebaran

Ia menambahkan, tidak mungkin dirinya datang kesana, tapi cukup dengan berkirim doa dan galang dana guna membantu meringankan penderitaan bagi rakyat Palestina.

Sementara itu, Eko Sabdianto, A.Md.Par yang mewakili media online malangnews.id mengakui mendukung gerakan bela Palestina, karena dirinya tidak tega terhadap rakyat yang Palestina diperlakukan tidak manusiawi. Apalagi banyak korbannya yang dari kaum wanita dan anak-anak.

“Oleh karena itu, Indonesia dan sejumlah negara sepakat untuk mengutuk kekerasan tersebut dan penegakan hak asasi manusia,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Dian ini menambahkan, Indonesia sebagai rekan sejati Palestina, mengutuk pengusiran enam warga Palestina dari wilayah Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.

“Indonesia juga mengecam kekerasan terhadap warga sipil Palestina di Masjid Al-Aqsa yang menyebabkan ratusan korban luka,” ujarnya.

Pengusiran paksa dan kekerasan tersebut, lanjutnya, bertentangan dengan berbagai resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), maupun hukum humaniter internasional.

“Ya, karena aksi tersebut tidak sesuai dengan Konvensi Jenewa IV 1949. Pemerintah menilai aksi ini berpotensi menyebabkan ketegangan dan instabilitas di kawasan tersebut. Indonesia mendesak masyarakat Internasional mengambil langkah nyata, untuk menghentikan pengusiran paksa warga Palestina dan kekerasan terhadap warga sipil,” paparnya.

Baca Juga : klik disini  Pandemi Mulai Surut, Sedekah Desa di Arjawilangun Kembali Digelar

Lebih lanjut Jurnalis alumni Lembaga Supremasi Media Indonesia (LASMI) angkatan lV ini mengajak masyarakat
untuk terus mendukung rakyat Palestina.

“Kami mengharapkan, agar publik terus memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk terus memberikan pertolongan dan keselamatan kepada mereka, rakyat Palestina,” tandasnya.

Sebagai informasi, jejaring NGO-LSM, Aktivis dan Wartawan Kota Batu memastikan Indonesia bakal terus memperjuangkan dan membela hak warga Palestina.

Jurnalis : Adi

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!