Lumbung Berita
NEWS TICKER

Puluhan Nuri Kepala Hitam Hasil Sitaan di Fakfak Semakin Membaik

Jumat, 27 November 2020 | 4:29 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Fakfak_Lumbung-berita.com
Kondisi puluhan burung Nuri hasil sitaan dari KM. Nggapulu beberapa hari lalu kini semakin membaik. Hal itu diutarakan oleh Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Fakfak, saat berkunjung ke kantor resort BKSDA Fakfak, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, kemarin sore (26/11/2020).

Kedatangan HPI Fakfak itu untuk memantau kondisi terakhir dari burung berjenis Nuri Kepala Hitam tersebut sebelum kembali dilepaskan ke alam bebas.

“Kami datang kesini memang untuk memantau kondisi terakhir burung-burung ini. Alhamdulillah kondisinya semakin baik,” ujar Ketua Wildlife HPI Fakfak, Rusdy Purwanto.

Pria asli Lamongan itu menjelaskan, sesaat setelah diamankan dari Kapal Nggapulu, burung-burung tersebut kondisinya memprihatinkan. Beberapa burung, sebutnya, tak memiliki bulu sayap.

“Beberapa burung kondisi bulu sayapnya banyak yang dicabut saat mau diselundupkan. Beberapa juga terpantau lemas,” ungkapnya.

Kini, setelah kondisi semakin membaik, rencana melepasliarkan tinggal menunggu waktu. Purwanto menerangkan, mengembalikan burung ke alam harus dibarengi dengan kondisi burung yang prima.

“Perilisan masih menunggu kedatangan BKSDA pusat (Papua Barat). Kalaupun sekarang (dilepaskan) kondisinya juga belum memungkinkan. Namun, secara fisik burung sudah bagus. Terlihat sehat dan makan rakus,” tukasnya.

Baca Juga : klik disini  Makelar Tanah Tipu Warga Sidoarjo Dibekuk Ditreskrimum Polda Jatim

Sementara itu, Kepala KSDA Kabupaten Fakfak, Isak Berth Samori mengapresiasi atas kepedulian HPI Fakfak. Ia mengajak HPI Fakfak untuk ikut serta saat proses perilisan burung ke alam bebas.

“Saya sangat mengapresiasi, semoga nanti bisa ikut berpartisipasi dalam pelepasan nantinya,” ucap pria yang akrab disapa Isak tersebut.

Kedepannya, ia berharap organisasi atau komunitas yang peduli terhadap kelestarian satwa endemik Papua ikut menjaga dan mengedukasi masyarakat.

“Keberadaan satwa-satwa endemik Papua perlu dijaga demi kelestarian lingkungan dan untuk masa depan anak cucu kita nantinya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, puluhan burung Nuri tak bertuan berhasil diamankan dari KM. Nggapulu saat sandar di Pelabuhan Fakfak, Kamis pagi (19/11/2020). Diduga burung-burung itu akan dibawa ke Pulau Jawa.

Dari penangkapan tersebut, didapat total 74 Nuri Kepala Hitam. 64 burung dalam kondisi memprihatinkan, sedangkan sisanya mati. Ke- 64 burung itu kemudian diserahkan ke KSDA Kabupaten Fakfak untuk selanjutnya dilepasliarkan.

Jurnalis : Indra
Penerbit : Redaksi

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!