Lumbung Berita
NEWS TICKER

Razia Warkop Nogosari Dinilai Kebablasan: Pemilik Warkop Diancam Mati, Warkop Tutup Ikut Dirusak

Selasa, 26 Maret 2024 | 8:38 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-Berita.com
Puluhan pengusaha warkop karaoke di Nogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan meradang. Razia pada Senin malam (25/3/2024) dinilai kebablasan.

Salah satunya diungkapkan oleh Tasya. Pemilik warkop di Dusun Nampes ini mengaku sudah patuh dengan kesepakatan.

Ia menceritakan, saat ada razia, dirinya tidak ada di lokasi. Warkopnya tutup total sejak 9 Maret. Lampu warkop juga ia matikan.

“Saya patuh dengan kesepakatan, ya. Dari tanggal kesepakatan sampai sekarang, saya tutup total,” jelasnya.

Namun, kepatuhan itu ternyata masih membuatnya merugi. Sarpras warkopnya ikut dirusak. Meja, kerai, dan pagar seolah menjadi sansak warga yang emosi.

“Kalau kerugiannya memang enggak seberapa, tapi kecewanya ini. Wong saya sudah patuh tutup sesuai kesepakatan. Kok tetap dirusak,” sesalnya.

Dulunya, ia mengakui membuka warkop karaoke. Namun, sejak keluar surat kesepakatan, ia memilih menutup total. Rencananya, ia mau membuka warkop lagi dengan konsep berbeda.

“Sebelum ada razia ini, saya sudah punya rencana lebaran mau sowan ke Bu Kades. Saya ingin buka warkop angkringan. Itu kan perlu komunikasi sama beliau, kira-kira seperti apa teknisnya biar tidak melanggar,” paparnya.

Baca Juga : klik disini 👇  Logo Ormas Dibakar, DPD GRIB JAYA Jatim Datangi Polres Pasuruan

Lain Tasya, lain pula Komari. Mantan pegiat lingkungan ini mengaku mendapat ancaman dan pemukulan. Selain itu, barang-barang di warkopnya dibanting.

“Saya dipukul dan diancam. Kalau masih buka (warkop), saya mati. Barang-barang saya juga dirusak,” ungkap pria berambut panjang tersebut .

Padahal, dirinya sudah menutup karaoke dan hanya membuka warkop. Room sudah ia bongkar. Sound system untuk karaoke juga sudah off. Ia tinggal menjajakan kopi tanpa ada fasilitas menyanyi.

“Kami sudah tidak menggelar karaoke. Hanya warung kopi. Tapi kenapa kami diancam dan barang kami dirusak. Banyak saksinya yang melihat itu,” tegasnya.

Tak hanya saksi, ia juga sudah mempunyai video perusakan sarpras warkopnya. Dua alat bukti itu akan ia bawa ke aparat penegak hukum (APH).

“Malam ini (25/3) juga kami bersama teman-teman pengusaha warkop mendatangi Polsek Pandaan. Akan kami laporkan perusakan ini,” terang Komari.

Sementara itu Kades Nogosari Sunariyah tak ambil pusing dengan kemarahan warga ketika razia. Ia justru balik menuding pengusaha warkoplah yang tak patuh kesepakatan hingga membuat warga emosi.

Baca Juga : klik disini 👇  FPK Gelar Halal Bihalal, Ki Bagong Berharap Regenerasi Ketua

“Kalau warga bertindak kekerasan, ya mau gimana lagi, wong mereka melanggar. Dia (warkop) kan sudah bikin pernyataan, kok masih tetap buka. Ya itu yang bikin emosi warga. Jadi kita tidak bisa menyalahkan,” ungkapnya.

Sementara itu, upaya hukum yang ditempuh pengusaha warkop dihargai oleh Camat Pandaan, Basmi. Ia mempersilakan pihak manapun menyelesaikan ke APH.

“Kalau memang masih timbul permasalahan dari kejadian ini, ya monggo saja diselesaikan lewat APH. Saya rasa itu lebih baik,” tutupnya singkat.

Hingga berita ini selesai ditulis belum ada tanggapan dari Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan Nurul Huda. Pesan yang dikirim awak media belum dibalas.

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!