Lumbung Berita
NEWS TICKER

Realisasikan Janji, Kades Kepulungan Pindahkan Pengungsi ke Rumah Kontrakan

Jumat, 5 Februari 2021 | 6:17 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Tempat pengungsian korban banjir Sungai Kambeng, Kepulungan mulai dikosongkan. Malam ini, 31 KK yang sebelumnya menempati Balai Dusun Kabunan bakal bermalam di tempat baru (05/02/2021).

Sesuai janji Kades Kepulungan, Didik Hartono saat memberikan keterangan pers kemarin, hari ini para pengungsi menempati rumah kontrakan.

Baca Juga : klik disini  Polsek Grati Siap Menciptakan Situasi Kondusif di Wilkumnya
Baca Juga : klik disini  Forum Pamong Kebudayaan Kabupaten Pasuruan Resmi Terbentuk
Baca Juga : klik disini  Pertanian Terpadu, Calon Wisata Baru di Sukolelo Prigen

Sedikitnya sembilan rumah disiapkan Didik untuk menampung para pengungsi. Sembilan rumah tersebut terbagi di empat dusun : Arcopodo, Kepulungan II, Tamanan, dan Betas.

“Satu rumah ada yang minta diisi 2 KK. Tidak semua pengungsi menempati rumah kontrakan. Ada yang memilih kembali ke rumahnya di kampung Genuk Watu karena lumpur sudah dibersihkan,” terang Didik.

Didik mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan bertambahnya rumah kontrakan. Karena sampai saat ini pihaknya masih menyurvei kelayakan beberapa rumah lainnya.

“Ada yang menawari kami rumah di perumahan. Bagus sebetulnya. Sayangnya rumah tersebut masih tanpa pintu. Jadi tidak masuk kriteria kami,” tuturnya.

Proses kepindahan pengungsi, lanjut Didik, banyak dibantu oleh relawan yang telah bersinergi dengan pemdes Kepulungan. Diantaranya dari IPNU, IPPNU, Banser, dan ranting NU Desa Kepulungan.

“Selain relawan dari beberapa ormas, kami juga dibantu relawan dari RT, RW, Karang Taruna, dan LPM. Semua membantu dalam evakuasi para pengungsi,” jelasnya.

Rumah kontrakan itu seluruhnya difasilitasi oleh Pemdes Kepulungan dan Pemkab Pasuruan. Rumah-rumah tersebut disewa selama 6 bulan. Selama itu pula Pemdes Kepulungan akan menjamin kebutuhan hidup penghuninya.

“Kita sewa selama 6 bulan. Jadi selama rumah milik pengungsi belum dibangun atau belum dapat dihuni, kami akan suplai kebutuhan sehari-harinya,” ungkapnya.

Berbagai kebutuhan hidup setiap harinya akan diantar ke rumah-rumah kontrakan. Teknisnya, diantar melalui RW dan Kasun wilayah.

“Akan kita antar melalui RW dan Kasun di wilayah masing-masing rumah kontrakan tersebut,” tutup Didik.

Jurnalis : Indra.

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!