Lumbung Berita
NEWS TICKER

Resmi Menjabat, Kades Nogosari Bakal Alih Fungsikan Warkop Karaoke

Selasa, 2 Januari 2024 | 10:52 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-Berita.com
Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan resmi punya kades baru. Pertanggal 29 Desember 2023, Sunariyah dilantik dan menggantikan Iswahyudi.

Setelah sah menjadi kades, perempuan yang terkadang disapa Bu Kaji ini bakal mengubah Pasar Klangkung. Pasar yang identik dengan warkop karaoke itu akan dialihfungsikan menjadi Pasar Wisata Nogosari.

“Warkop karaoke itu akan dialihfungsikan menjadi pasar produk UMKM warga Nogosari. Jualan apapun terserah, asal jangan tempat karaoke,” ujarnya saat ditemui Lumbung Berita di Kutorejo, Kecamatan Pandaan, usai pelantikan.

Sesuai pemaparan visi misinya, Pasar Wisata ini ditujukan menjual berbagai produk UMKM Nogosari. Selain itu juga akan dilengkapi hiburan anak-anak, panggung kesenian dan sentra kuliner.

“Kalau rencana saya, nanti ada tempat kuliner. Ada kolam renang anak. Lalu ada panggung juga buat pentas seni, ya sekilas kayak THR (Surabaya). Tapi itu masih perlu dikaji lagi,” jelasnya.

Mengubah warkop-warkop itu tentu rawan gejolak. Namun, perempuan berkerudung ini tak mau ambil pusing. Ia menegaskan punya wewenang mengatur seluruh aset desa. Dalam waktu dekat, ia bakal menginventarisasi dan memanggil seluruh pengusaha warkop.

Baca Juga : klik disini 👇  Ketum LSM P-MDM (Gus Ujay) Mengapresiasi Kinerja Polsek Purwosari

“Kami akan inventarisasi dulu aset-aset punya desa. Lalu akan kami panggil seluruh pengusaha warkop. Akan saya jelaskan, kalau mau terus lanjut berjualan disitu, ya harus manut aturan saya,” tegasnya.

Sementara itu ditemui di Pasar Klangkung, salah satu pengusaha warkop, Komari, mengatakan sudah mendengar rencana kades baru tersebut. Menurutnya, pengusaha warkop perlu diajak duduk bersama untuk menentukan jalan keluar terbaik.

“Ya, hampir seluruh pengusaha dan pekerja di warkop pasar Klangkung ini tahu rencana Bu Kades. Namun, baiknya hal ini dibicarakan bersama,” tuturnya.

Setahu Komari, berdirinya puluhan warkop itu berkat campur tangan investor. Para investor ini yang bekerjasama dengan Pemdes Nogosari.

“Sebagian memang kontrak, tapi ada juga yang kerjasama. Investor yang membangun, pihak pemdes yang memfasilitasi,” ungkapnya.

Ia menyanyangkan bila alihfungsi itu harus mengorbankan warkop karaoke. Pasalnya, banyak pekerja yang bakal kehilangan mata pencahariannya.

“Satu warkop, bisa mempekerjakan minimal 3 karyawan. Tinggal dikalikan saja, sudah berapa pekerja yang terkena imbasnya,” paparnya.

Dia menolak keras anggapan warkop karaoke dekat dengan dunia prostitusi. Pihaknya menjamin tak ada satupun warkop yang membuka layanan kencan singkat. Bahkan, untuk pakaian sehari-hari, seluruh pemandu lagu mengenakan pakaian sopan.

Baca Juga : klik disini 👇  Lika-Liku Sampah di Randupitu (1): Dari Pempes Terwujudlah Penghargaan

“Saya berani jamin, tak ada warkop yang nyambi jual jasa wanita penghibur. Kami disini juga menghormati lingkungan. Bisa dibuktikan, tak ada pemandu lagu yang berpakaian seksi atau mini. Semua pakai pakaian sopan,” pungkasnya.

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!