Lumbung Berita
NEWS TICKER

Saluran HiPAM Empat Desa Ambrol di Desa Cowek, Siapa Yang Bertanggung Jawab…?

Senin, 14 Desember 2020 | 4:25 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Saluran pipanisasi Hipam milik warga Empat desa ambrol, akibat tertimpa matrial tanah uruk milik salah satu pengembang di Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Diduga kejadian tersebut diakibatkan Tembok Penahan Tanah (TPT) ambrol, sebab curah air hujan cukup tinggi hingga membuat matrial longsor.

Ambrolnya TPT menimpa pipa Hipam milik Empat desa, dan mengakibat saluran air warga mati total, sampai-sampai warga kesulitan mendapatkan air bersih mula Minggu yang lalu hingga sekarang, Senin (14/12/20).

Warga ke Empat desa saat ini mulai resah akibat saluran air tak mengalir seperti biasanya. Kini aktivitas warga pengguna Hipam resah, karena mereka bergantung pada air bersih tersebut.

Masing-masing desa yang terkena imbas dari ambrolnya TPT yakni, Dusun Borong (Desa Cowek), Desa Kertosari, Desa Semut, Desa Kedemungan yang semuannya airnya mati total.

Pipa yang rusak terletak di Dusun Kebon Kelopo, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi.

Kini, ketua Hipam Desa Kertosari dan masing-masing desa, bergegas dan bergerak memperbaiki pipa yang terputus.

Baca Juga : klik disini  Ditinggal Istirahat, Mobil Warga Purwosari Raib di Pandaan

Abdul Kholik, ketua Hipam Kertosari yang terdampak air mati mengatakan, bahwa dirinya kesulitan mendapatkan kejelasan soal siapa yang bertanggung jawab akan ambrolnya pipa Hipam.

“Padahal sebelum terjadinya hal ini saya sudah mewanti-wanti ke pengembang (proyek) dan pihak Desa Cowek, selaku pemangku wilayah terkait kompensasi,” Katanya.

Menurutnya, pihak yang bersangkutan untuk siap siaga bila mana akan terjadi longsor, karena saya menilai TPT tersebut tidak cukup kuat, dan kita lihat bibir sungai sudah kelihatan rawan.

“Sekali ambrol bisa menimpa saluran air ke empat desa tersebut, karena kami sangat bergantung pada saluran air Hipam itu,” Jelasnya.

Masih menurut ketua Hipam Kertosari, kami ini menggunakan dana hutang atau khas bon ke toko matrial bangunan setempat, untuk memperbaiki saluran air ini. Dengan jumlah total anggaran membeli pipa Rp 7.000.000 belum termasuk tenaga,” Jelasnya.

Abdul Kholik dan warga berharap agar bisa segera di bantu dan di perhatikan oleh pihak pengembang yang memiliki lahan proyek tersebut.

Perlu di ingat, ada warga empat desa yang bergantung pada saluran air ini. Sekali lagi tolong kami di berikan solusi dalam menyikapi apa yang terjadi saat ini. ” Tutup Abdul Kholik

Baca Juga : klik disini  Penguatan Struktural DPC dan DPRt

Sementara itu Saputra, warga Desa Kertosari, mengatakan, beberapa hari yang lalu juga terjadi masalah pada suplai air akibat pipa Hipam yang rusak tertimpa matrial.

“Masalah air ini mulai muncul sejak putusnya saluran air, yang di akibatkan matrial proyek uruk yang di biarkan saja,” Pungkas Saputra.

Dengan ambrolnya saluran pipa Hipam Empat desa, warga bertanya. Siapa yang bertanggung jawab..?

Jurnalis : Eko

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!