Lumbung Berita
NEWS TICKER

Sayangi Bumi, Puluhan Murid TK Serbu TPS 3R Ngerong

Senin, 3 Juni 2024 | 5:09 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-Berita.com
Ada pemandangan tak lazim di TPS 3R KSM Ngerong Asri di Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin pagi (3/6/2024).

Puluhan murid TK tampak asyik memasuki tempat penampungan sampah tersebut. Dengan berbaris rapi, satu persatu murid berseragam putih biru itu menyidak dari dekat proses pengolahan sampah.

Ya, rupanya siswa-siswi TK Al-Anshor Keboireng, Ngerong itu sedang belajar menyayangi bumi dengan cara hadir langsung di TPS3R KSM Ngerong Asri.

“Sesuai tema pembelajaran, yakni ‘aku sayang bumi’, kami ingin mengenalkan proses pengolahan daur ulang sampah,” terang Kepsek TK Al-Anshor, Siti kholifah.

Selama di sana, murid-murid diajak melihat dari dekat proses pengolahan sampah. Dimulai dari pemilahan sampah yang baru datang hingga pengenalan sampah organik dan anorganik.

Namanya anak-anak, keluguan mereka tak bisa disembunyikan. Ketika melihat pemilahan sampah, beberapa mereka spontan teriak “bau”.

“Anak-anak akan ingat bahwa sampah itu bau. Makanya jangan membuang sampah sembarangan. Penekanan kami, murid jadi tahu manfaat dan bahaya sampah,” ujar Kholifah.

Baca Juga : klik disini 👇  Sidang ke Delapan Soal Sertifikat, ini Kata Kuasa Hukum Tergugat..!!

Selesai berkeliling, 50 murid tersebut diberi makanan ringan dan minuman. Bungkus mamin tersebut berbahan plastik. Harapannya, usai menyantap makanan, siswa langsung mempraktikan membuang sampah di tempatnya.

“Jadi mulai dini anak-anak diajarkan agar membuang sampah pada tempatnya. Misalnya sampah basah atau sampah kering,” tukasnya.

Sementara itu di tempat yang sama Ketua TPS 3R KSM Ngerong Asri, Mohammad Muzayin sepakat dengan kegiatan tersebut.

Menurutnya, pengenalan sampah seyogyanya dilakukan sejak dini. Hal ini untuk membentuk karakter generasi bangsa yang cinta lingkungan.

“Dengan edukasi peduli lingkungan sejak dini, kami yakin generasi penerus akan terbentuk karakter-karakter pribadi yang kuat untuk cinta lingkungan atau sayang kepada bumi,” terangnya.

Ia mengaku miris dengan pesatnya kemajuan zaman tanpa diimbangi dengan cinta lingkungan. Generasi sekarang, lanjutnya, seolah dimanjakan dengan kecanggihan informasi dan teknologi. Namun, kebanyakan malah apatis dengan lingkungan sekitar.

“Makin maju zaman dan teknologi, maka sampah itu makin banyak. Dengan edukasi ini kami harap akan muncul sadar diri bahwa kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama. Itu bisa dimulai dari kebersihan diri sendiri,” pungkasnya.

Baca Juga : klik disini 👇  RSUD Bangil Launching Layanan Baru "Holistic"

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!