Lumbung Berita
NEWS TICKER

Sertifikasi Halal Beres, UMKM Randupitu Siap Naik Kelas

Senin, 3 Juni 2024 | 3:12 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-Berita.com
Puluhan warga Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan pada Minggu siang (2/6/2024) terpantau semringah. Pasalnya mereka secara resmi menerima sertifikat halal.

Pembagian sertifikat tersebut digelar di Balai Desa. Total 50 sertifikat diberikan pada pelaku UMKM yang terdata sebagai warga Randupitu.

“Yang sudah menerima sertifikat, mohon pemasarannya harus lebih berkembang. Jangan ber-‘mindset’ jualan ‘pokok payu’, harus naik kelas,” pinta Kades Randupitu Mochammad Fuad.

Informasi yang didapat Lumbung Berita, sertifikasi halal ini adalah hasil kerja keras Pemdes Randupitu dengan menggandeng Halal Center Cendekia Muslim. Seluruh pelaku UMKM tak dikenakan biaya sepeserpun.

“Waktu pengurusannya cukup panjang. Karena input data dan teknis pendaftarannya dipasrahkan ke kami semua,” ungkapnya.

Pemdes memang gencar mengajak pelaku UMKM untuk mengurus NIB dan sertifikat halal. Sebab, dua hal ini sudah menjadi regulasi pemerintah pusat. Kedepannya, ia tak ingin potensi besar UMKM Randupitu harus terbendung gegara tak sesuai regulasi.

“Kedepannya kami bakal sering menggelar acara yang melibatkan UMKM. Kami tak ingin potensi besar warga kami harus terbendung gara-gara tak memenuhi regulasi,” paparnya.

Baca Juga : klik disini 👇  Pencuri Kabel di PT. Cimory di Tangkap Polsek Purwosari

Tak cukup hanya memfasilitasi sertifikasi halal, Fuad juga siap membantu dalam hal “branding”. Ia berjanji akan mencarikan kegiatan untuk memoles tampilan promosi dan produk UMKM.

“Setelah ini kami carikan kegiatan untuk memfasilitasi branding. Jadi, foto dan kemasan harus sedap dipandang. Nanti kami juga bantu pemasarannya dengan mengintegrasikan ke aplikasi dan sosmed,” bebernya.

Sebagai informasi, kewajiban sertifikasi halal diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 39/2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal. Dalam PP ini pengurusan sertifikat halal diberi waktu hingga Oktober 2024.

Meski kabar terakhir menyebutkan kewajiban itu ditunda hingga Oktober 2026, tetapi Fuad menegaskan dirinya tak melonggarkan ikat pinggang. Targetnya, seluruh pelaku UMKM mempunyai sertifikat halal.

“Justru (penundaan) itu menjadi kesempatan bagus untuk menggenjot sertifikasi halal. Target kami seluruh pelaku UMKM mengantongi sertifikat halal,” tukasnya.

Sementara itu, ajakan naik kelas ini pun mendapat tanggapan positif dari Wahono, salah satu pelaku UMKM. Ia mengaku siap melebarkan sayap memasarkan produknya.

“Pastinya lega sertifikat halal sudah ditangan. Berikutnya tinggal “action” seperti yang Bapak Kades katakan,” pungkasnya singkat. (adv)

Baca Juga : klik disini 👇  RSUD Bangil Launching Layanan Baru "Holistic"

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!