Lumbung Berita
NEWS TICKER

Sesba PPSDMP Hadir, Petani Dau-Malang Ucap Syukur

Sabtu, 2 Januari 2021 | 5:43 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

 

Malang_Lumbung-berita.com
Menindaklanjuti program aksi pembangunan pertanian terkait Food Estate (Program Jangka Panjang Pemerintah Indonesia), maka diadakan rapat konsolidasi penanganan pasca panen jeruk.

Bertempat di “Gubuk Tani”, Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Sabtu (02/01/20) pukul 10:00 Wib.

Hadir dalam kegiatan, Dr Ir Siti Munifah MSi, selaku Sekretaris Badan (Sesba), Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (PPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Turut hadir pula Kepala Balitjestro Batu. Kepala BBPP Batu. Kepala BBPP Ketindan. Direktur Polbangtan Malang. Sekcam Dau dan Koordinator BPP Kecamatan Dau serta Kades Gading Kulon dan lainnya.

Dalam sambutannya Wanita asli Malang ini menyampaikan, kalau Staff Kementrian dapat mandat untuk menghadiri permasalahan yang ada diwilayah.

Sesuai arahan Presiden, Joko Widodo (Jokowi) setiap daerah harus terbangun Korporasi (Petani).

“Kami hadir untuk mencari solusi apa yang dikeluhkan masyarakat khususnya petani,” Kata Siti Munifah dihadapan rapat terbuka.

Sementara itu Kordinator petani menyampaikan, kalau tanah perhektar petani jeruk bisa memanen 80 ton pada tahun kemarin.

Baca Juga : klik disini  Polres Pasuruan Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Pandemi

Yang menjadi keluhan petani jeruk salah satunya pada waktu panen raya, yaitu harganya turun draktis mencapai 8000 – 9000 ribu perkilo gram.

“Tapi kalau tidak panen raya harga jeruk bisa mencapai 15000 ribu,” Keluh perwakilan petani.

Saat ini tanah yang tertanami jeruk ada sekitar 1580 hektar, dan 20 persen posisi Jalan Untuk Petani (JUT) terjal dan sulit dilalui.

“Kalau musim hujan JUT tambah susah, jadi biaya angkut tambah. Kami butuh perbaikan jalan,” Tambah Kordinator.

Selain JUT yang sulit, petani jeruk juga dibayangi hama lalat. Sementara ini petani menanggulangi memakai Yellow Trap (Jebakan Kuning).

Keluhan petani juga disampaikan Jarwo, ketua Gapoktan, ia mengatakan kalau soal lalat harus ada gerakan bersama-sama untuk menanggulanginya.

Menurutnya, petani disini juga butuh Hand Tractor (Alat Pertanian), untuk mempermudah dalam mengolah tanah.

“Hand tractor untuk mempermudah kami dalam mengolah tanah,” Ujarnya.

Di akhir rapat, para petani mengucap syukur. Pasalnya, Sekretaris Badan (Sesba) Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (PPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI, menyapaikan kalau permintaan petani soal Jalan Untuk Petani (JUT) di ACC dari pusat.

Baca Juga : klik disini  Kasatlantas Polresta Pasuruan Giat Apel Kesiapan Tanggap Darurat

“Tapi ada beberapa syarat yang harus dilengkapi. Jangan sampai dibelakang hari timbul permasalahan,” Tutup Dr Ir Siti Munifah MSi.
.

Jurnalis : Ulum.

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!