Lumbung Berita
NEWS TICKER

Siap-Siap, FPK Bakal Berdiri di Kota Wali

Minggu, 2 Juni 2024 | 9:59 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Tuban_Lumbung-Berita.com
Forum Pamong Kebudayaan (FPK) bakal kembali melebarkan sayapnya. Menyusul daerah lain yang sudah berdiri, kali ini budayawan Kota Tuban bertekad mendirikan FPK Tuban.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua FPK Jatim, Ki Bagong Sabdo Sinukarto saat dihubungi Lumbung Berita, Minggu (2/6/2024).

“Ya benar. Kemarin (1/6/2024) saya bertemu dengan seniman-budayawan Tuban. Tak lama lagi, FPK ada di Kota Tuban,” terangnya.

Ki Bagong menjelaskan, meski terkenal dengan nuansa santrinya tetapi kota yang dijuluki Kota Wali tersebut punya banyak komunitas seni budaya.

Diantaranya, Ketoprak, Wayang, Komunitas Penghayat Kepercayaan, dan komunitas busana Carnival (Tuban Culture Carnival).

“Saya mengapresiasi seniman dan budayawan Tuban yang sudah berupaya berjuang memajukan kebudayaan daerah dengan mendirikan FPK Tuban,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu seniman Tuban, Sayful Ustadi mengatakan bahwa rencana pendirian FPK sudah lama. Namun, baru beberapa hari ini kepengurusan bisa dilengkapi, sehingga semua Obyek Pemajuan Kebudayaan (OPK) bisa dimajukan dengan maksimal.

“Beberapa waktu ini kami fokus pada pemilihan profil pengurus yang benar-benar sesuai dengan bidangnya,” ujar pimpinan Sanggar Bakat yang digadang jadi Ketua FPK Tuban.

Baca Juga : klik disini šŸ‘‡  Pencuri Kabel di PT. Cimory di Tangkap Polsek Purwosari

Di tempat terpisah, Perias dan Perancang Busana, Devinta menambahkan keberagaman seni dan budaya di Tuban perlu sebuah lokomotif untuk menarik maju gerbong kebudayaan. Lokomotif tersebut adalah FPK.

“Kami sangat berharap FPK bisa jadi lokomotif penggerak majunya kebudayaan di Tuban,” ungkap pemilik Tata Rias De Vinta ini.

Sementara itu Eddy Rangga budayawan sekaligus tokoh masyarakat Tuban mendukung sepenuhnya pendirian FPK di Tuban. Ia yang didampingi musisi dan pencipta lagu, Joko Wahyuono berharap FPK tidak sekadar berbicara tentang seni, tetapi lebih luas dengan lahan garapnya yakni Kebudayaan.

“Sudah saatnya kita memberi pencerahan kepada masyarakat tentang arti sebuah kebudayaan yang tidak hanya berbicara secara sempit tentang kesenian,” pungkasnya yang juga diamini Joko Wahyuono.

Jurnalis: Adi

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITAĀ 
error: Content is protected !!