Lumbung Berita
NEWS TICKER

SMK Dewantoro Purwosari Bebaskan Tanggungan Administrasi Siswanya

Senin, 21 Desember 2020 | 11:53 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

 

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Serli Wahyu kembali semringah. Pasalnya sekolahannya, SMK Dewantoro Purwosari, akhirnya memberikan ijazahnya tanpa harus membayar semua tunggakan.

Proses pemberian ijazah tersebut terjadi pada Kamis minggu lalu (17/12/2020). Serli yang didampingi tokoh masyarakat Desa Martopuro mendatangi SMK Dewantoro untuk mengajukan keringanan pembayaran.

Sepengakuan Serli, dirinya sempat gundah. Ia yang akan melamar pekerjaan harus mengurungkan niatnya gegara ijazah tak kunjung keluar.

Tertahannya ijazah warga Martopuro ini dikarenakan masih adanya tunggakan di sekolahan yang harus dipenuhi.

“Saya sempat cemas. Apa lagi saya sekarang sudah hidup sendirian Mas. Ibu saya meninggal dunia bulan-bulan kemarin. Kalau bapak saya sudah lama meninggalnya,” terangnya.

Setelah ijazah keluar, ia kini bisa tersenyum lebar. Perempuan yatim piatu ini langsung berencana memasukkan ijazahnya untuk melamar pekerjaan.

“Setelah saya mendapat ijazah saya, saya berencana ingin segera melamar pekerjaan, agar saya bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Sekolah SMK Dewantoro, Edi Santoso mengaku legawa dengan tunggakan Serli. Pihaknya bahkan tidak hanya meringankan, tapi juga membebaskan seluruh tunggakan Serli.

Baca Juga : klik disini  Kapolres Pasuruan Dampingi Dirlantas Polda Jatim Cek Jalur Wisata Prigen - Pasuruan

“Setelah mendengar penjelasan dari Serli dan tokoh masyarakat Desa Martopuro, kami akhirnya sepakat memberikan ijazah Serli dan membebaskan segala tanggungan biayanya,” sebut Edi.

Edi kemudian berharap keinginan Serli dapat terkabul. Ia juga menitipkan pesan agar menjaga nama baik sekolah ketika di dunia kerja kelak.

“Semoga kelak bisa sukses dalam meniti karir dan bisa menjadi kebanggaan bagi sekolah kami dan keluarganya,” tandas Edi.

Ditemui seusai pertemuan, Tokoh Masyarakat Desa Martopuro, Slamet Riyadi mengapresiasi kebijakan sekolah yang memberikan keringanan pembayaran hingga 100%.

Sebagai salah satu tokoh masyarakat, Slamet mengatakan sudah sewajarnya ia membantu permasalahan yang ada di desanya.

“Di sinilah peran sebagai tokoh masyarakat untuk ikut peduli perihal permasalahan sosial yang ada. Apa lagi siswi yang bersangkutan berstatus hidup tanpa Ayah dan Ibu,” tutup Slamet Riyadi.

Jurnalis : Yudha

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!