Lumbung Berita
NEWS TICKER

Sulikhin Tegaskan Tuduhan kepadanya Tidak Benar

Senin, 28 Juni 2021 | 6:02 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Usai merasa dirinya dilaporkan ke BPCB Jatim, Sulikhin, tadi malam angkat bicara. Ditemui setelah acara koordinasi antar organisasi di Candiwates, Prigen, pria berdomisili di Prigen itu menyatakan semua tuduhan tersebut tidak benar, Minggu (27/06/2021).

“Insyaallah tuduhan mereka enggak real. Enggak nyata. Makanya dengan momen seperti ini, Pak Soim sebagai Karang Taruna Kecamatan Prigen benar-benar berkontribusi, yang salah, salah. Yang benar, benar. Seprti itu,” terangnya.

Poin menarik dalam tuntutan beberapa perwakilan Seniman dan Budayawan ke BPCB Jatim adalah Sulikhin diduga melakukan pungutan liar (pungli). Bahkan pihak pelapor mengaku mempunyai bukti videonya.

Menanggapi hal ini, Sulikhin mempersilahkan melaporkan dan membuktikan. Sejauh yang ia ketahui, seluruh situs cagar budaya yang tidak atau belum bekerjasama dengan Disparbud, tidak dikenakan retribusi.

“Terkait pungli saya juga bingung, Kok ada pungli. Sedangkan semua situs cagar budaya yang belum ada kerjasama dengan dinas pariwisata, itu memang tidak ada retribusi. Kalau mereka punya bukti video, ya monggo video yang mana. Kalau itu ternyata video diluar instansi, ya jangan lah. Ya jangan disangkut pautkan sama instansi lah. Kita saksi-saksi banyak. Enggak ada yang namanya pungli,” tegasnya.

Terkait dirinya dianggap mengaku sebagai Kepala BPCB Pasuruan, Sulikhin membantahnya. Ia menyatakan seluruh pegiat seni dan budaya mengetahui bahwa ia bukan Kepala BPCB. Dirinya menegaskan Kepala BPCB hanya satu di Jawa Timur.

Baca Juga : klik disini  "Loyalitas Tanpa Batas" Komunitas Sahabat Gerak Nusantara Yatim dan Dhuafa

“Publik pun tahu saya ini bukan Kepala BPCB Pasuruan. Bukan. Publik sudah tahu itu. Kepala BPCB cuma satu di Jatim. Saya ini cuma Jupel. Saya ini bukan pejabat, bukan eselon. Saya ini kebetulan ditugaskan di wilayah Pasuruan. Tujuannya untuk melestarikan, merawat, menjaga, mengamankan, dan melaporkan kegiatan yang ada,” paparnya.

Tak cukup disitu, Sulikhin juga menerangkan kegiatan permanen atau rutin di Candi Jawi memang dilarang. Aturan itu, sambungnya, sudah dikeluarkan BPCB Jatim sudah sejak dulu. Tak peduli dari pihak mana dan organisasi apa, sepanjang tak memiliki izin, ia akan melarang berkegiatan di Candi Jawi.

“Kita masalah kegiatan rutinan memang tidak boleh. Terkecuali benar-benar berizin. Karena di BPCB mulai dulu untuk kegiatan permanen tidak boleh. Kemarin saksinya Karang Taruna, juga diwarning seperti itu. Sehingga kalau ada even bulanan ya monggo silahkan. Asal sudah izin BPCB jatim,” jelasnya.

Sedangkan Ketua Taruna Kecamatan Prigen, Akhmad Soim menilai tuntutan sejumlah seniman dan budayawan kepada BPCB Jatim, tak memiliki dasar hukum yang jelas.

Baca Juga : klik disini  Kapolres Pasuruan bersama Dandim 0819 Pasuruan meninjau pelaksanaan Vaksinasi di Balai desa Bulukandang, Kecamatan Prigen

Soim mewanti-wanti kepada siapapun untuk tidak mengeluarkan statemen yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Ia dengan tangan terbuka mempersilahkan pihak manapun melaporkan kalau benar Sulikhin melanggar hukum.

“Tuntutan pihak sebelah kami nilai dasar hukumnya tidak jelas. Kita akan kawal terus kasus ini sampai selesai. Kita harus menghormati hukum. Buktikan kalau memang dia melanggar aturan ataupun melanggar hukum. Proses. Jangan cuma berani di medsos. Jadi jangan sekali-sekali mengeluarkan statemen yang tidak bisa dipertanggung jawabkan,” tutupnya.

Jurnalis : Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!