Lumbung Berita
NEWS TICKER

Terancam akan di Bunuh, Jurnalis Kota Batu Lapor Polisi

Rabu, 21 Juli 2021 | 2:26 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Kota Batu_Lumbung-berita.com
Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, rupanya membawa nasib sial bagi beberapa Jurnalis Kota Batu.

Kronologi bermula saat salah satu warga Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, acara resepsi pernikahannya dihentikan Satgas Covid-19, yang terdiri dari unsur TNI-Polri diwilayah hukum setempat.

Rupanya, penghentian resepsi pernikahan itu menimbulkan permasalahan baru. Pasalnya, pihak penyelenggara pesta pernikahan menuduh salah satu warga, yang kebetulan berprofesi sebagai Jurnalis.

Mereka (Jurnalis) dituduh melaporkan kegiatan yang dilarang pemerintah.

Tuduhan dialamatkan kepada Jurnalis itu rupanya tidak main-main, pihak penyelenggara hingga beberapa warga setempat sampai mengancam akan membunuh Jurnalis, pada Senin 19 Juli 2021, pukul 00.00 hingga pukul 03.00 dini hari.

Berangkat dari permasalahan itu, atas dukungan dari rekan-rekan media se-Malang Raya, tiga orang Jurnalis yang kebetulan tinggal di desa tersebut melaporkan perihal pengancaman pembunuhan yang dilontarkan pihak yang punya hajat berinisial S, dan beberapa warga setempat.

ES (Jurnalis) bersama NRK (Jurnalis) dan DH (Jurnalis) yang tinggal di desa tersebut, melaporkan perbuatan ancaman pembunuhan yang dilontarkan oleh tuan rumah selaku pihak penyelenggara dan beberapa warga setempat itu ke Polres Batu.

Baca Juga : klik disini  Kasi Pemerintahan dan Pelayanan Desa Wonokoyo di Lantik

“Atas dukungan rekan-rekan media Malang Raya, kami sengaja melaporkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) Polres Batu, atas ancaman pembunuhan yang menimpa kami sekeluarga. Akibat kejadian itu, kondisi psikis dan psikologi anak-anak kami ketakutan. Ini persoalan serius yang perlu mendapat perhatian bagi publik. Pasalnya, profesi jurnalis memang rentang mendapat ancaman seperti pembunuhan yang kami alami salah satunya,” tutur ES, pada Rabu (21/07/2021).

Ditambahkan NRK, bentuk pengancaman itu selain pembunuhan juga merendahkan profesi Jurnalis, dan menjelek-jelekan seorang Jurnalis dalam melakukan tugas Jurnalistiknya.

“Ya, jadi bentuk pengancaman itu ada bermacam-macam. Mulai ancaman pembunuhan, merendahkan profesi jurnalis, juga ada kata-kata kotor makian dan umpatan yang tidak senonoh. Nyawa kami merasa terancam, kami butuh jaminan dan perlindungan hukum, terlebih kondisi kejiwaan anak-anak kami menjadi ketakutan dan trauma, pasca insiden tersebut,” ungkapnya.

Senada juga disampaikan DH, sebelum kejadian bentuk ancaman verbal yang dilontarkan itu, sebelumnya beberapa warga setempat terlebih dahulu mengkonsumsi Miras (Minuman keras).

“Sebelum melontarkan kata-kata ancaman akan membunuh jurnalis, mereka terlebih dahulu minum-minuman keras. Selain itu, pihak penyelenggara atau tuan rumah juga meluapkan emosinya dengan umpatan makian, disertai kata-kata merendahkan profesi jurnalis. Ironisnya, Kades setempat terkesan membiarkan. Belakangan informasi yang kami terima, ternyata ada hubungan family atau keluarga dengan Kades. Kami berharap, agar pihak Kepolisian Polres Batu segera menindak tegas, agar kejadian serupa tidak terulang lagi yang menimpa jurnalis. Jurnalis bukan musuh, tapi rekan kerja,” tandasnya.

Baca Juga : klik disini  250 Takjil di Bagikan Pemuda Pancasila PAC Pandaan

Sementara itu, kuasa hukum pelapor ketiga Jurnalis tersebut, Sandi Budiono, SH, juga menyampaikan sekaligus berterima kasih kepada Satreskrim Polres Batu, karena telah menerima laporan dari kliennya dan menindaklanjuti.

“Klien kami yang berprofesi jurnalis ini dituduh melaporkan soal hajatan pernikahan, kami selaku lawyer atau pengacara dari LBH Malang berharap, kasus ini segera ditindak lanjuti. Karena sudah melontarkan kata-kata ancaman pembunuhan. Kami berharap, agar permasalahan ini secepatnya ditangani dengan baik dan profesional. Sekaligus meminta jaminan keselamatan keluarga klien kami. Selain itu, kami juga berterimakasih kepada pihak Polres Batu yang telah membantu dan menerima laporan klien kami,” pungkasnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus, SH., SIK., MH, saat diwawancarai awak media membenarkan, jika ada pelaporan dari ketiga rekan media tersebut yang mengaku diancam.

“Ya, kami barusan menerima laporan soal adanya dugaan ancaman oleh rekan media yang melaporkan kepada kami. Kami pihak Polres Batu, akan segera menindak lanjuti laporan tersebut dengan melakukan pendalaman dan cek ke TKP, kepada pihak terkait,” tegasnya.

Baca Juga : klik disini  Pimred Potret Warta akan Laporkan Warga Gerbo soal Pencemaran Nama Baik

Perlu diketahui, pelarangan kegiatan bertujuan guna untuk menghidari kerumunan, yang bisa mengakibatkan penyebaran wabah Covid-19.

Jurnalis : Lum-Jep.

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!