Lumbung Berita
NEWS TICKER

Tolak Ajakan Bikin Video Kampanye, Mahasiswa KKN Diduga Diusir Kades

Kamis, 15 Februari 2024 | 1:12 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-Berita.com
Kabar kurang mengenakkan berembus di Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Sekelompok mahasiswa KKN perguruan tinggi swasta diduga diusir Kades Sumbergedang.

Pasalnya, mahasiswa dari kampus di Kota Sidoarjo itu menolak terlibat dalam pembuatan video kampanye untuk salah satu caleg. Informasi yang diterima Lumbung Berita, pengusiran ini terjadi pada Jumat malam (9/2/2024).

Rara, salah satu mahasiswa KKN membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, dia dan teman-temannya diperintahkan pergi oleh Kades setelah menolak menjadi partisipan video.

Sejatinya, sambung Rara, pihaknya melaksanakan KKN dari 23 Januari hingga 3 Maret 2024. Namun, imbas kejadian ini, ia kini harus angkat kaki lebih cepat.

“Ya benar. Setelah kami menolak, Ketua Tim KKN kami dipanggil Pak Kades. Lalu kami diberi waktu 1×24 jam untuk meninggalkan Desa Sumbergedang,” ungkapnya.

Perempuan berjilbab ini menceritakan, awalnya kelompok KKN-nya diminta ikut dalam pengambilan video kampanye untuk salah satu caleg. Lokasinya di gedung Bumdes setempat.

“Yang menjelaskan teknis videonya, ada orang tersendiri. Bukan Pak Kades. Saya sendiri enggak kenal dengan beliaunya. Tapi Pak Kades hadir juga di pertemuan itu,” tegasnya.

Baca Juga : klik disini 👇  Logo Ormas Dibakar, DPD GRIB JAYA Jatim Datangi Polres Pasuruan

Rara menduga orang ini adalah relawan caleg tersebut. Sebab, orang ini yang berperan sebagai pembuka video dengan menginstruksikan mencoblos nomor caleg. Setelah itu, disusul para mahasiswa yang serempak menyebut nama si Caleg.

“Jadi setelah ada yang ngomong ‘coblos nomor sekian’, nanti giliran kita yang bareng-bareng nyebut nama calegnya. Tapi kami gak mau (ikut pembuatan video). Karena dari kampus sendiri tidak diperbolehkan terlibat dalam kampanye ,” paparnya.

Penolakan inilah yang disinyalir membuat Kades marah, hingga terjadilah dugaan pengusiran. Mau tak mau, ia bersama 14 mahasiswa lainnya harus angkat kaki dari Sumbergedang.

“Malam itu juga kami berkemas dan mulai memindahkan satu persatu barang kami. Kami pindahkan ke kenalan salah satu teman kami,” ungkapnya.

Sementara itu, dikonfirmasi lewat Whatsapp, Kades Sumbergedang, Niam Sovie enggan menanggapi terlalu jauh dugaan pengusiran tersebut.

“Biar Dosen Pembimbingnya yang datang menemui kami,” tutur pria yang juga jago bermusik ini.

Terkait dirinya yang diduga kuat sebagai pengusir para mahasiswa itu, ia juga menolak menanggapi. Ia lebih memilih menunggu pihak kampus datang ke desanya.

Baca Juga : klik disini 👇  FPK Gelar Halal Bihalal, Ki Bagong Berharap Regenerasi Ketua

“Biarkan pihak desa dan kampus ketemuan dulu. Nanti kita runut permasalahannya,” pungkasnya singkat.

Sayangnya, dari pihak kampus memilih bungkam. Baik Dosen Pembimbing lapangan, Arifin Mado maupun Ketua Panitia KKN-P, Rohman Dijaya tak membalas pesan yang dikirim awak media.

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!