Lumbung Berita
NEWS TICKER

Tomas Angkat Bicara soal Penutupan Tandon Perumda Tugu Tirta Kota Malang

Jumat, 23 September 2022 | 2:21 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Malang_Lumbung-berita.com
Catut nama petani saat aksi penyegelan tandon Perumda Tugu Tirta Kota Malang di Sumber Pitu saat ini menemui babak baru. Pasalnya, para aksi itu bukan dari petani atau kelompok petani, Kamis (22/09/2022).

Ditemui di kediamannya, Ki Suryo salah satu Tokoh Masyarakat (Tomas) mengungkapkan jika aksi beberapa waktu yang lalu, adalah bukan dari petani ataupun kelompok tani yang ada di wilayah Kecamatan Tumpang dan Kecamatan Pakis.

“Kalau aksi kemarin yang mengatasnamakan forum penyelamat sumber pitu, itu siapa? yang jelas itu bukan dari petani dan kelompok tani yang ada di wilayah tumpang dan Pakis,” ungkapnya.

Ki suryo juga menyampaikan jika Forum Penyelamat Sumber Pitu itu sudah tidak ada, forum tersebut sebenarnya dibentuk pada 2013 silam, saat ada rencana dari PDAM Kabupaten Malang untuk melakukan exploitasi air guna kepentingan komersial, makanya forum itu (penyelamat sumber pitu. red) dibentuk.

“saat itu dibentuknya forum itu kan untuk menolak pembangunan tandon air PDAM Kab. Malang yang mengambil air dari sumber pitu, namun kan kenyataannya exploitasi tetap berlanjut, dan petani juga tidak mempermasalahkan dari 2014 hingga saat ini,” terangnya pada awak media.

Kini muncul konflik antara PDAM Kabupaten Malang yang berganti nama Perumda Tirta Kanjuruhan dengan PDAM Kota Malang yang berganti Perumda Tugu Tirta.

Baca Juga : klik disini  Polres Kediri Patroli Skala Besar Berbagi Masker Cegah Penyebaran Covid-19

“Konflik terkait adanya tunggakan Perumda Tugu Tirta saat kontrak habis, nama forum penyelamat sumber pitu kembali di pakai, dan lagi-lagi seolah aksi penyegelan dan lain sebagainya berasal dari suara petani dan kelompok tani 11 desa di Kecamatan Tumpang dan Pakis Kabupaten Malang,” tambah Ki Suryo.

Jadi seolah-olah petani ini di jadikan tukang tagih, setelah ada kesepakatan pembayaran, sudah selesai dan selamat tinggal dengan issue – issue konservatif yang di awal selalu disuarakan saat itu,” lanjutnya.

“Jadi kalau di sederhanakan urusan tagihan ke Perumda Tugu Tirta Kota Malang, itu bukan urusan kaki (petani.red), sedangkan urusan kami dengan Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang dimana selama 9 tahun ini janji untuk membangun infrastruktur irigasi, serta jalan untuk kelancaran petani melakukan aktifitasnya di lahan pertanian tidak pernah terlaksana,” tutupnya.

Sementara itu hingga berita ini diterbitkan, Zulham koordinator aksi dan Samsul selaku kepala Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang belum bisa di konfirmasi.

Jurnalis : Sugi.

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!