Lumbung Berita
NEWS TICKER

Tontonkan Kemaluan di Muka Umum, Warga Lumajang Diamankan Polres Pasuruan

Kamis, 18 Februari 2021 | 6:46 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Ada-ada saja tingkah laku Busarudin (38). Warga Kedungjanjang, Lumajang ini pada Minggu 14 Februari 2021 lalu, memamerkan (maaf) alat kelaminnya di muka umum.

Peristiwa tersebut terjadi di Jl. Raya R.A Kartini Kelurahan Latek, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Tepatnya di depan Kantor Samsat Polres Pasuruan.

Baca Juga : klik disini  Tiga Kandidat ikuti PAW Kades Gempol
Baca Juga : klik disini  Anggota Dewan: H.Ruslan Sambut Baik Usulan Warga Terkait Pemberdayaan UMKM.

Yang menjadi korban adalah Dia Rodiah (24) warga Kelurahan Karangketuk, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.

Rodiah yang saat itu mengendari motor menuju Kota Pasuruan tiba-tiba saja dikagetkan dengan perilaku “nyeleneh” Busarudin.

Tak hanya sekali, Busarudin bahkan mempertontonkan “senjata”-nya berulang kali. Aksi itu sempat direkam Rodiah dengan HP-nya.

Rekaman itu kemudian viral di medsos. Hingga Polres Pasuruan mengetahui dan melakukan penangkapan terhadap Busarudin.

“Saya berterima kasih kepada korban. Berkat rekaman itu, kami bisa menindak pelaku,” ujar Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan saat conference press di Mapolres Pasuruan, Kamis (18/02/2021).

Busarudin ternyata tak hanya sekali ini berbuat tak senonoh. Setelah serangkaian penyidikan, diketahui bahwa Busarudin sudah berulang kali mempertontonkan kemaluannya di muka umum.

“Pelaku sudah melakukan itu sejak 2017. Pengakuan pelaku sudah melakukan sebanyak 10 kali. Sasarannya adalah pengguna jalan,” lanjut Rofiq.

Motif Busarudin, sebut Rofiq, diduga ada kelainan dalam orientasi seksual. Polres Pasuruan rencananya akan memeriksakan kejiwaan pelaku ke psikilog.

“Sembari menunggu pemeriksaan ke Psikolog di Malang, kita lakukan penangkapan dan pemrosesan terhadap pelaku. Karena pelaku telah meresahkan masyarakat,” terangnya.

Busarudin kini harus menanggung risiko perbuatannya. Ia dikenai pasal 36 UU Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008.

“Pelaku terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun atau denda paling banyak Rp5 milyar. Saat ini pelaku ditahan di tahanan Mapolres Pasuruan,” pungkas Rofiq.

Jurnalis : Ulum.

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!