Lumbung Berita
NEWS TICKER

Tuduh Kades Asusila, Puluhan Warga Sukoreno Prigen Luruk Balai Desa

Rabu, 17 Februari 2021 | 7:37 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Balai Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan kemarin malam mendadak ramai (17/02/2021). Penyebabnya, puluhan warga meluruk untuk mendengar klarifikasi dari Kades Sukoreno, Darmawan.

Agenda pertemuan malam itu memang untuk mendengar klarifikasi dari Kades. Warga menuduh Darmawan telah berbuat asusila, dengan memasukkan seorang perempuan ke rumahnya.

Informasi yang berhasil Lumbung Berita dapatkan, tuduhan warga itu berdasarkan keterangan beberapa saksi yang mengaku melihat langsung seorang perempuan asing masuk ke rumah Kades.

Seperti dituturkan saksi bernama Hari (29), peristiwa tersebut terjadi Jumat sekira pukul 21.30 WIB (05/02). Kala itu, Hari melihat Kades yang berstatus duda itu keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah.

Sesaat kemudian keluarlah Serli -anak Darmawan- dari dalam rumah menuju mobil. Serli disebut Hari membuka pintu belakang mobil sebelah kanan. Keluarlah perempuan berambut panjang yang selanjutnya memasuki rumah Darmawan bareng Serli.

“Serli membuka pintu belakang kanan, lalu keluarlah wanita. Orangnya berambut panjang, kalau enggak salah baju yang dipakai warna krem. Serli lalu masuk ke rumah bareng perempuan itu,” tutur Hari.

Baca Juga : klik disini  Top Leader Forum 2022 di Gelar IWO Malang Raya

Melihat kejadian tersebut, Hari kemudian melaporkan ke Karang Taruna setempat. Beberapa perwakilan warga selanjutnya mengecek ke rumah Kades.

Pengakuan saksi lainnya menyebutkan, saat beberapa orang mengecek ke rumah Darmawan malam itu juga, Darmawan mengiyakan (memasukkan perempuan) dengan dalih akan dinikahi.

Darmawan yang diberi kesempatan klarifikasi menepis semua tuduhan tersebut. Ia menjelaskan Jumat malam ia tak membawa perempuan.

“Tuduhan itu tidak benar. Saya ada didalam rumah dan tidak sedang membawa perempuan,” ungkapnya.

Darmawan juga menyangkal telah mengakui membawa perempuan. Malahan Darmawan menerangkan jika ia juga memiliki saksi atas pengakuan tersebut.

“Yang saya katakan malam itu, kalau pun saya ada, maksudnya punya (perempuan), pasti semua juga tahu. Ada saksinya saat saya mengatakan demikian,” tegasnya.

Jawaban Darmawan tak membuat puluhan warga puas. Sebagian menginginkan Kades dicopot, sebagian lagi meneriakkan dilakukan sumpah pocong.

Tak ingin suasana menjadi semakin gaduh, Kapolsek Prigen, AKP Bambang Tri S mencoba menenangkan dengan menjabarkan kasus tersebut.

Menurut Kapolsek, pertemuan malam itu bukan sebagai majelis sidang yang bisa menjatuhkan vonis bersalah atau tidak.

Baca Juga : klik disini  Jual Telur Tak Layak Konsumsi, Dua Warga Wonorejo Dibekuk Polisi

Ia menjelaskan, dalam kasus Darmawan, warga dipersilahkan melaporkan ke Polsek Prigen bila memang ditemukan bukti-bukti yang valid.

“Apapun yang diperbuat, itu sudah ada aturannya. Karena negara ini negara hukum. Kalau misal bapak-bapak punya alat bukti, silahkan laporkan. Kami pasti akan proses. Biar hukum yang bicara. Itu langkah yang tepat,” ujarnya.

Kapolsek menggaris bawahi bahwa berapapun jumlah saksi yang dihadirkan, tetap belum cukup untuk membawa kasus Darmawan ke ranah hukum.

“Bicara hukum pidana, maka harus memenuhi dua dari lima alat bukti yakni keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan terdakwa. Jadi dalam kasus ini, sebanyak apapun saksi, tetap dinilai sebagai satu alat bukti,” terangnya.

Tak berbeda dengan AKP Bambang, Camat Prigen Tri Krisni Astuti mempersilahkan warga melaporkan Kades, asal sesuai dengan mekanisme yang ada.

“Kalau misalnya saya dengar tadi ada mosi tidak percaya, itu tidak bisa menjadi dasar kami untuk memproses lebih lanjut. Ada mekanismenya,” bebernya.

Krisni kemudian menuntun pemahaman warga dengan menerangkan aturan pemberhentian Kades sesuai Permendagri Nomor 66 tahun 2017. Ia menyarankan melaporkan temuan warga tersebut ke BPD Desa Sukoreno.

Baca Juga : klik disini  Kisah Hidup Andi: Penderita Cacat Kaki yang Anti Dikasihani

“Silahkan buat surat beserta bukti-buktinya lebih dulu. Kemudian sampaikan ke BPD. Nanti BPD yang akan mengeluarkan SP. Surat itu lah yang akan ditembuskan ke Bupati melalui camat. Setelah itu baru ada keputusan,” jabarnya.

Meski telah mendengar penjelasan dari forkopimcam Prigen dan berangsur-angsur bubar, warga tetap tidak puas.

Herman (42) perwakilan warga yang cukup vokal dalam pertemuan tersebut menjelaskan kepada Lumbung Berita bahwa warga terlanjur tidak percaya terhadap Kades.

“Kalau menempuh langkah ke BPD sudah kami lakukan. Kami akan tetap pantau dan kawal laporan kami. Sementara ini biarkan saja enggak ada kepercayaan terhadap Kades. Ya mohon maaf, biarkan masyarakat menganggap tidak memiliki Kades,” tutupnya.

Jurnalis : Lum-Indra.

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!