Lumbung Berita
NEWS TICKER

Tuntut Pelaku Persekusi, Para Jurnalis Luruk Polrestabes Surabaya

Kamis, 2 Juni 2022 | 1:58 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Surabaya_Lumbung-berita.com
Persekusi terhadap dua wartawan Surabaya rupanya tak membuat insan pers Jatim tinggal diam. Tadi pagi, beberapa perwakilan media se- Jatim meluruk Polrestabes Surabaya, Kamis (02/06/2022).

Kedatangan para pewarta itu untuk mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku persekusi wartawan yang terjadi pada Minggu lalu di makam Botoputih, Surabaya (29/05/2022).

Aksi ini merupakan aksi solidaritas dari wartawan yang tergabung dalam Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) dan organisasi wartawan lainnya.

Dalam aksinya, para jurnalis ini menyuarakan dukungan untuk wartawan Beritarakyat, Slamet Maulana yang telah dipersekusi oleh oknum-oknum tokoh agama dan ormas.

“Memang sudah menjadi hak anda dalam melakukan klarifikasi pemberitaan, tetapi tetap harus mengindahkan hak-hak dari jurnalis yang sifatnya indipenden. Bukan malah dipaksa, ditarik,dan diintervensi,” lantang korlap Feris Brewok.

Feris menambahkan, aksi tadi pagi merupakan titik puncak ketidaknyamanan wartawan yang selalu mendapatkan tindakan intimidasi dan persekusi.

“Kami bergerak karena kami sudah jengah diintimidasi dan dipersekusi. Bahkan parahnya, awak media tak segan-segan selalu disebut pengacau dalam menjalankan tugasnya,” tegasnya.

Baca Juga : klik disini  Jenderal Idham Azis Serahkan Panji Polri Tribrata ke Jenderal Listyo Sigit

Sementara itu, Kuasa Hukum KJJT, Teguh Nuswantoro SH menegaskan tindakan persekusi terhadap wartawan tidak boleh terjadi lagi. Karena, sambungnya, dalam bertugas, wartawan dilindungi oleh Undang-Undang.

Ia pun berharap kasus ini mendapat atensi dan tetap dikawal oleh insan pers se- Indonesia hingga ada penetapan tersangka oleh pihak berwajib.

“Kami meminta kepada seluruh jurnalis untuk tetap mengawal kasus ini hingga tuntas. Hingga ada penetapan tersangka dan jangan pernah takut untuk mewujudkan kebenaran,” pintanya.

Informasi yang diterima Lumbung Berita, aksi ini berjalan tertib dan damai. Pewarta ditemui langsung oleh Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Edy Herwiyanto.

“Mohon maaf, Bapak Kapolrestabes sedang ada kegiatan di luar. Namun kami memastikan segala aduan akan kami proses. Tentunya ada skema penanganan yang harus dilakukan secara prosedural,” terangnya.

Seperti diberitakan di beberapa media, kasus ini berawal dari persekusi yang menimpa dua wartawan Surabaya, yakni Ade Maulana (Beritarakyat) dan Alif Bintang (Memorandum) pada Minggu (29/05/2022).

Saat itu, dua jurnalis ini hendak konfirmasi ke salah satu tokoh agama perihal status tokoh ini di Cagar Budaya makam Botoputih, Surabaya. Namun, proses konfirmasi dan pengambilan foto suasana di Makam Sentono Agung Botoputih itu mendadak berubah mencekam.

Baca Juga : klik disini  Kapolres Pasuruan Tinjau Langsung Lokasi Banjir Desa Kepulungan

Mereka malah digelandang, dipaksa, dan diseret dengan kasar oleh sejumlah oknum, dengan alasan dilarang mengambil gambar tanpa izin. Video saat mereka digelandang pun bertebaran di media sosial.

Usai digelandang, keduanya lalu diintimidasi dan dipaksa mengeluarkan pernyataan sembari direkam via video. Isi pernyataannya: Mengakui tidak ada perlakuan intimidasi, kekerasan, maupun penyekapan.

Jurnalis: Red

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!