Lumbung Berita
NEWS TICKER

YP2KP Soroti Dugaan Pendamping PKH Mendaftarkan Diri Sebagai KPPS 

Rabu, 13 Desember 2023 | 1:30 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Pendaftaran anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di buka serentak di seluruh Indonesia sejak 11 – 20 Desember 2023, menuai sorotan serius dari Pemantau Independen YP2KP. Pasalnya, di dalam pendaftaran rekrutmen tersebut di temukan adanya pendamping PKH yang juga ikut mendaftar.

Temuan YP2KP di Desa Sladi, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, diduga salah satu pendamping PKH mendaftar diri sebagai Calon Anggota KPPS.
Kepada media, Rabu (13/12/2023) Tatok selaku Ketua YP2KP menuturkan, kalau Pendamping PKH itu dilarang double job.
“Kalau gak salah ada aturan dirjen perlindungan dan jaminan sosial nomor :02/3/KP.05.03/10/2020 bagian ketiga tentang larangan kode etik SDM PKH pada pasal 10,Melakukan pekerjaan lain di lingkungan kementerian sosial atau di luar lingkungan kementerian sosial tanpa persetujuan secara tertulis dari direktur yang menangani pelaksanaan PKH,” ucap Tatok.

Ketua YP2KP yang berdomisili di Desa Bakalan ini berharap kepada para pendamping PKH atau siapapun itu, penuhilah aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh kementrian sosial, jadi saya berharap kedepannya tidak ditemukan lagi permasalahan yang timbul akibat dilanggarnya peraturan tersebut.
“Saya meminta untuk menyadari supaya mengikuti aturan dan perundang-undangan yang berlaku,” harap pria murah senyum ini.
Sementara itu Ketua PPS Desa Sladi, yang bersangkutan sedang tidak berada di kantor dan hanya di temui oleh Nanang selaku Sekretariat PPS.

Baca Juga : klik disini 👇  FPK Gelar Halal Bihalal, Ki Bagong Berharap Regenerasi Ketua

Terkait aturan atau larangan pendamping PKH ikut berpartisipasi menjadi penyelenggara pemilu, Nanang mengaku kurang memahami regulasinya, mungkin lebih baik di tanyakan lagi ke Dinsos. Karena selama ini kami berpegang pada regulasi PKPU.
“Untuk pendamping PKH kami kurang memahami regulasinya seperti apa, karena selama ini kami hanya berpangku pada PKPU, namun temuan seperti ini tetap akan kami koordinasikan dengan PPK,” kata Nanang.
Perlu di ketahui, untuk kebutuhan KPPS di Desa Sladi membutuhkan 63 orang, namun sampai 3 hari dibuka baru 52 orang yang mengambil formulir dan 25 orang yang sudah menyerahkan formulir.

Jurnalis : SH.

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!