Lumbung Berita
NEWS TICKER

Yudharta : AW Hadiri Seminar “Pendidikan di Era Pandemi Covid-19”

Senin, 8 Maret 2021 | 12:36 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan juga selaku ketua DPC PDI-P Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi (AW), menghadiri Seminar Public Corner dengan tema “Pendidikan di Era Pandemi Covid-19”, di Aula Pancasila Universitas Yudharta Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, Minggu (07/03/21).

Kepada Lumbung-berita.com AW (Panggilan) menjelaskan bahwa baru saja menerima masukan dan aspirasi dari para mahasiswa, terkait adanya langka kongkrit Kementrian Pendidikan.

Kementrian Pendidikan selaku pemangku kebijakan mulai dari tingkat TK, SD, SMP SMA, hingga Perguruan Tinggi (PT), agar segera memberikan regulasi langkah jitu saat nanti pembelajaran tatap muka pada bulan Juli 2021.

AW menyampaikan, akan menampung semua pembahasan hari ini, dan akan di sampaikan ke Pemerintah Kabupaten Pasuruan terkait solusi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Diketahui PJJ hingga saat ini masih berlangsung, dan target sekolah tatap muka bakal di buka kembali pada Juli tahun 2021. Target itu di patok setelah Vaksinasi Covid-19 bagi tenaga pendidik selesai pada Juni 2021.

Pria penggemar buah alpukat ini juga berpendapat, jika para pelajar mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA hingga PT terus menerus diterapkan pembelajaran model Daring, maka siswa dan siswi akan merasakan kejenuhan dalam belajar.

Baca Juga : klik disini  Ujian Perangkat Desa Sukorejo Diikuti Tiga Peserta dari Luar Daerah

“Kami kira harus ada solusi terkait pembelajaran itu.” Tambahnya.

Sebab, kalau sampai Desember 2021 masih pembelajaran via daring, anak-anak akan jenuh juga di rumah terus,”Jelas AW.

Menurutnya, selain para siswa yang dirasakannya bakal mengalami kejenuhan, para orang tua pun akan kesulitan dalam melakukan pembelajaran pada anak-anaknya.

Dikatakan pria suka memakai rompi warna merah ini, kalau orang tua tak hanya fokus menunggui anaknya belajar, terlebih jika mereka adalah pekerja.

“Kalau orang tuanya tidak bisa mengawasi karena kerja, anak itu malah nanti bisa bermain-main saja,” Ungkapnya.

AW juga menjelaskan, pembelajaran tatap muka di sekolah dengan Protokol Kesehatan (Prokes) sebenarnya dapat dilakukan. Misalnya melalui penerapan sistem shift belajar tatap muka.

“Contohnya, kalau jumlah siswa satu kelas ada 40, kan bisa dibagi dua dengan sistem shift. Dengan metode Shift pertama 20, untuk shift kedua 20,” Paparnya.

Caranya yaitu, sebelum masuk kedalam kelas harus tetap mematuhi standard Prokes dengan selalu menjalankan 5M, Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Mengurangi Mobilitas.

Baca Juga : klik disini  Zebra Community Gelar Kopdar di Umbulan

Terkait pembelajaran PJJ menggunakan sistem daring, menurut AW masih banyak warga yang tidak dapat melakukannya secara maksimal.

Sebab dia berpendapat, pembelajaran model itu belum familiar untuk semua masyarakat.

“Banyak yang baru pertama kali mengalami seperti ini (PJJ),” Tutupnya.

Kalau pertama kali memang susah, karena sebelumnya belum pernah sama sekali,” Pungkasnya.

Jurnalis : Yudha.

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA 
error: Content is protected !!