Artis drama kolosal, Sekar Arum Widara, kembali menjadi sorotan. Ia diduga menggunakan uang palsu, tidak hanya untuk belanja pribadi, tetapi juga untuk berinfak di Masjid Istiqlal.
Pengakuan Sekar Arum: Infak Uang Palsu di Masjid Istiqlal
Sekar Arum mengaku memasukkan uang palsu senilai Rp 10 juta ke kotak amal Masjid Istiqlal. Ia melakukan hal tersebut sebelum Lebaran tahun ini.
Namun, pengakuan Sekar masih dalam penyelidikan polisi. Kepolisian belum dapat memastikan kebenaran dari pengakuan tersebut.
Kanit Ranmor Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Iptu Teddy Rohendi, membenarkan pengakuan tersebut. Ia menyatakan bahwa Sekar mengaku memasukkan uang ke kotak amal Masjid Istiqlal.
Sekar mengaku mendapatkan uang palsu dari seorang temannya. Ia menyadari bahwa uang yang digunakannya adalah uang palsu.
Konfirmasi ke Pihak Masjid Istiqlal dan Penyelidikan Lebih Lanjut
Polisi berencana melakukan konfirmasi kepada pihak Masjid Istiqlal. Tujuannya untuk memverifikasi pengakuan Sekar Arum.
Kepolisian juga akan menyelidiki transaksi lainnya yang melibatkan uang palsu tersebut. Saat ini, baru terungkap penggunaan uang palsu di mal dan masjid.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Nurma Dewi, menyatakan hal tersebut. Pihak kepolisian akan memastikan kebenaran dugaan tersebut.
Sekar Arum telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Ia dijerat dengan beberapa pasal terkait penggunaan uang palsu dan tindak pidana lainnya.
Tanggapan Pihak Masjid Istiqlal
Pihak Masjid Istiqlal membantah temuan uang palsu di kotak amal mereka. Uang infak dihitung dan disetorkan ke bank secara rutin.
Kabid Sosial dan Pemberdayaan Umat Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul Salam, memberikan klarifikasi. Pihak bank juga tidak pernah melaporkan temuan uang palsu dari setoran Masjid Istiqlal.
Pengelola Masjid Istiqlal melakukan pengecekan rutin terhadap uang infak. Mereka memastikan uang tersebut langsung disetorkan ke bank.
Kasus ini menjadi perhatian publik. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kasus ini secara tuntas.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam pengelolaan uang, baik individu maupun lembaga. Kejadian ini juga menimbulkan pertanyaan tentang sistem keamanan kotak amal di tempat ibadah.





