Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menekankan pentingnya kolaborasi antar berbagai pihak, termasuk kampus dan parlemen, untuk kemajuan bangsa. Ia menyebut sinergi ini krusial dalam menciptakan inovasi guna mengatasi tantangan nasional dan global.
Pentingnya Kolaborasi Kampus dan Parlemen untuk Indonesia Maju
Ibas menyampaikan hal tersebut dalam audiensi “Navigating The Future: Science, Policy, and Innovation” bersama dosen IPB University di gedung MPR RI. Ia berharap IPB University dapat semakin mendunia, baik dari segi reputasi, pendidikan, maupun karya-karyanya.
Ia menyebut audiensi ini sebagai media demokrasi yang mencerdaskan dan berharap kegiatan serupa berkelanjutan, termasuk dalam rangka Dies Natalis ke-50 Sekolah Pascasarjana IPB.
Membangun Jaringan dan Peran IPB University
Ibas, alumni Doktor Manajemen Bisnis IPB, berharap terbangun jaringan kuat antar alumni IPB, sekuat jaringan alumni universitas ternama di luar negeri. Ia menekankan kontribusi IPB yang panjang selama lebih dari 60 tahun.
Dies Natalis IPB diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat landasan menuju masa depan, selaras dengan tema audiensi: “Navigating the Future: Science, Policy and Innovation”.
Kampus sebagai Champion of Ideas dan Pentingnya Demokrasi
Ibas menyoroti peran kampus dalam menegakkan demokrasi, baik melalui pendidikan akademik progresif maupun sebagai “champion of ideas”.
Ia mendorong mahasiswa untuk berani berpikir kritis dan inovatif, namun dengan cara-cara yang baik dan terarah, demi kebaikan Indonesia.
Kolaborasi yang Harmonis Antara Parlemen dan Kampus
Ibas menekankan pentingnya kolaborasi parlemen dan kampus dalam berbagai bentuk, termasuk diskusi dan dukungan pendidikan berkualitas.
Ia menyebut parlemen membutuhkan keahlian dan pandangan dari kampus, termasuk IPB University, untuk kemajuan bangsa yang berlandaskan ilmu, aksi, dan harmoni.
Menghadapi Tantangan Global dan Membangun Masa Depan yang Cerah
Ibas menyoroti pentingnya informasi berimbang di tengah masyarakat, guna melawan hoaks dan informasi negatif.
Ia berharap masyarakat dibanjiri informasi positif dan optimistis yang mendorong kewirausahaan dan pembangunan ekonomi.
Ibas juga memaparkan rencana pengurangan pengangguran dan kemiskinan, termasuk peningkatan kesejahteraan dosen melalui tunjangan kinerja.
Kebijaksanaan dan Peran Kampus dalam Membangun Negara
Ibas menyayangkan banyaknya konflik global dan menekankan pentingnya kebijaksanaan pemimpin. Ia berharap kampus berperan sebagai penjaga “intellectual wisdom”.
Ia berharap “state craft wisdom” (kebijaksanaan para pemangku kebijakan) dapat tercipta untuk mengarahkan generasi muda dan mencegah fenomena “brain drain”.
Ibas mendorong semangat kolaboratif untuk memajukan pendidikan Indonesia yang berkualitas dan berkarakter.
Wakil Rektor IPB, Prof. Iskandar Zulkarnaen Siregar, menyambut baik paparan Ibas dan menyatakan kesamaan visi untuk memperkuat harmoni dan pembangunan berkelanjutan.
Audiensi ini menekankan pentingnya kolaborasi yang holistik antara berbagai sektor untuk menciptakan Indonesia yang maju, berlandaskan ilmu pengetahuan, aksi nyata, dan harmoni. Peran kampus sebagai pusat inovasi dan pemikiran kritis sangat krusial dalam mencapai tujuan tersebut. Semoga sinergi ini akan berkelanjutan dan menghasilkan dampak positif bagi bangsa.





