Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinantikan masyarakat setelah Lebaran mengalami penundaan. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan penyebabnya.
Perubahan Pola Pendanaan MBG
BGN tengah mengubah sistem pendanaan MBG. Hal ini menjadi alasan utama program tidak langsung berjalan setelah Idul Fitri.
Pembayaran Tagihan yang Telah Selesai
Semua tagihan MBG telah diselesaikan antara tanggal 8 hingga 14 April. Pembayaran telah dilakukan secara penuh.
Dana untuk Mitra Dapur
Mulai 14 April, BGN mengirimkan dana langsung ke mitra dapur melalui yayasan. Mitra tidak perlu lagi mengeluarkan uang modal.
Mekanisme Pembayaran Baru Melalui Virtual Account
BGN menerapkan sistem pembayaran baru melalui virtual account (VA). Rekening bersama ini menghubungkan Satuan Pengelola Pelayanan Gizi (SPPG) dengan mitra.
Rekening Bersama SPPG dan Mitra
VA hanya dapat dicairkan melalui kesepakatan Kepala SPPG dan yayasan. Sistem ini memastikan transparansi dan akuntabilitas dana.
Verifikasi Kepala SPPG
Yayasan tidak dapat mengakses dana tanpa verifikasi Kepala SPPG. Hal ini mencegah penyalahgunaan dana program MBG.
Kejelasan dan Transparansi Program MBG
Penerapan sistem virtual account dan pembayaran uang muka bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi program MBG. Sistem ini juga memastikan dana tepat sasaran dan mengurangi risiko penyalahgunaan.
Program MBG diharapkan dapat berjalan optimal dengan sistem pendanaan yang baru ini. Dengan demikian, diharapkan penyaluran bantuan makanan bergizi kepada masyarakat dapat terlaksana dengan lebih efektif dan efisien. Kejelasan mekanisme pembayaran ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap program MBG.





