Kasus kekerasan seksual yang dilakukan tenaga medis tengah menjadi sorotan publik. Ketua DPR Puan Maharani menyebut tindakan tersebut sangat tidak manusiawi.
Kecaman Keras Puan Maharani Terhadap Kekerasan Seksual di Sektor Kesehatan
Puan Maharani mengecam maraknya kasus kekerasan seksual di Indonesia, khususnya yang dilakukan oleh tenaga medis. Ia mendesak aparat penegak hukum dan Kementerian Kesehatan untuk bertindak cepat.
Puan menekankan pentingnya mengembalikan kepercayaan publik terhadap tenaga kesehatan. Kepercayaan itu terancam akibat tindakan biadab sejumlah oknum.
Ruang periksa, khususnya ruang periksa dokter kandungan, harus menjadi tempat yang aman bagi perempuan. Puan meminta Kemenkes mengevaluasi sistem pengawasan dan perlindungan pasien.
Perlu Pengawasan Ketat dan Sanksi Tegas
Pemerintah wajib menjamin layanan kesehatan yang aman, bermartabat, dan bebas dari pelecehan bagi seluruh warga negara. Pengawasan yang ketat terhadap tenaga kesehatan menjadi kunci utama.
Puan meminta kasus dokter di Garut yang melakukan pelecehan saat USG ibu hamil diusut tuntas. Pelaku harus dihukum setimpal atas perbuatannya.
Polisi juga harus menyelidiki kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor karena trauma atau tekanan. Dukungan psikologis bagi korban sangat penting.
Kasus Pelecehan Seksual di Sekolah: Kemanusiaan Terluka
Puan Maharani juga menyoroti kasus dugaan pelecehan seksual oleh seorang guru di sekolah swasta Depok terhadap 16 siswi. Peristiwa ini disebutnya sebagai kejahatan kemanusiaan yang sangat memprihatinkan.
Anak-anak seharusnya tumbuh dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang di sekolah. Namun, kenyataan pahit ini justru melukai hati nurani banyak orang.
Puan mengkritik keras sikap sekolah yang hanya melakukan mediasi dan meminta surat pernyataan tanpa melaporkan kasus ini ke pihak berwajib. Hal ini dinilai sebagai bentuk pembiaran.
Tanggung Jawab Bersama untuk Lindungi Anak
Mediasi tidak bisa menjadi solusi untuk kejahatan seksual terhadap anak. Kasus ini harus diusut tuntas secara hukum, bukan ditutup-tutupi.
Kementerian dan lembaga terkait harus memastikan kasus dugaan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan diusut tuntas. Perlindungan anak menjadi tanggung jawab bersama.
Langkah-Langkah Konkret untuk Pencegahan
Kasus kekerasan seksual yang dilakukan dokter residen PPDS Unpad, Priguna Anugerah Pratama, terhadap keluarga pasien di RS Hasan Sadikin Bandung menjadi contoh nyata. Priguna kini telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.
Kasus serupa juga terungkap di Garut, Jawa Barat. Seorang dokter obgyn diduga melakukan pelecehan seksual saat melakukan USG kepada ibu hamil.
Pencegahan kekerasan seksual membutuhkan komitmen bersama dari semua pihak. Reformasi sistem pengawasan, penegakan hukum yang tegas, serta edukasi publik sangat krusial.
Pentingnya edukasi dan pelatihan bagi tenaga medis untuk mencegah tindakan kekerasan seksual. Selain itu, perlu peningkatan akses bagi korban untuk melaporkan dan mendapatkan bantuan. Perlu dibangun sistem dukungan yang komprehensif bagi korban kekerasan seksual, sehingga mereka berani bersuara dan mendapatkan keadilan.





