Kisah Inspiratif: Dokter Suriah Bangun Kesehatan di Negeri Sendiri

Sebuah misi medis dari Jerman telah menyelamatkan nyawa Mohammed Qanbat, seorang pria berusia 55 tahun dari Hama, Suriah. Ia menjalani operasi jantung terbuka pada April lalu, sebuah prosedur langka di Suriah akibat kerusakan sistem kesehatan selama perang saudara.

Dokter Suriah yang kini berpraktik di Jerman memasukkan Qanbat dalam daftar pasien yang membutuhkan bantuan mendesak. Qanbat mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas bantuan yang diterimanya.

Bacaan Lainnya

Krisis Kesehatan Suriah dan Diaspora Medis di Jerman

Perang saudara Suriah yang berlangsung selama 14 tahun telah menghancurkan sistem kesehatan negara tersebut. Jumlah dokter menurun drastis dari sekitar 30.000 pada tahun 2010 menjadi kurang dari 16.000 pada tahun 2020.

Banyak tenaga medis Suriah, termasuk dokter, perawat, dan apoteker, mengungsi ke luar negeri, sebagian besar menetap di Jerman. Lebih dari 6.000 dokter Suriah tercatat bekerja di Jerman, namun angka sebenarnya diperkirakan lebih tinggi.

Dampak Pengungsian Tenaga Medis

Keberadaan ribuan dokter Suriah di Jerman memberikan kontribusi signifikan terhadap sistem kesehatan negara tersebut. Namun, kepergian mereka juga berdampak negatif bagi layanan kesehatan di Suriah.

Diperkirakan lebih dari 10.000 dokter Suriah berada di Jerman, dengan sebagian besar bekerja di rumah sakit. Banyak di antara mereka yang telah memperoleh kewarganegaraan Jerman.

Asosiasi Medis Suriah-Jerman: Jembatan Kemanusiaan

Setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad, para dokter Suriah di Jerman membentuk Asosiasi Medis Suriah-Jerman (SGMA). Berawal dari grup WhatsApp kecil, SGMA kini memiliki sekitar 500 anggota dan telah menjalankan misi kemanusiaan pertamanya ke Suriah.

Pada bulan April, sekitar 85 dokter Suriah dari SGMA melakukan misi ke Suriah. Mereka memberikan kuliah, menilai kondisi sistem kesehatan, dan melakukan operasi di berbagai wilayah.

Tantangan Misi Kemanusiaan

Salah satu tantangan terbesar adalah peralatan medis yang usang di rumah sakit-rumah sakit Suriah. Kurangnya pembaruan peralatan selama 15 tahun terakhir menjadi kendala besar dalam memberikan perawatan optimal.

Selain peralatan medis yang usang, biaya bahan medis juga menjadi kendala utama. Akses yang terbatas juga menjadi kendala mengingat kondisi keamanan di beberapa wilayah Suriah.

Harapan dan Tantangan Ke Depan

Meskipun sebagian besar relawan SGMA akan kembali ke Jerman setelah menyelesaikan misi mereka, survei terbaru menunjukkan bahwa 76% anggota Asosiasi Dokter dan Apoteker Suriah di Jerman mempertimbangkan untuk kembali ke Suriah secara permanen.

Para dokter Suriah di Jerman menghadapi dilema antara berkontribusi di Jerman dan membantu membangun kembali sistem kesehatan di tanah air mereka. Mereka juga menghadapi tantangan integrasi di Jerman, termasuk sentimen anti-imigrasi.

Misi SGMA menjadi simbol harapan bagi Suriah, dan juga jembatan antara dua negara. Kontribusi dokter Suriah di Jerman dan upaya rekonstruksi sistem kesehatan Suriah menjadi contoh kolaborasi internasional yang bermakna. Ke depan, kerjasama antara Jerman dan Suriah dalam bidang kesehatan perlu terus ditingkatkan untuk memastikan akses kesehatan yang merata bagi seluruh warga Suriah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *