Rencana Pemangkasan Anggaran Departemen Luar Negeri AS: Potensi Penutupan Kedutaan dan Konsulat
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) sedang menghadapi rencana pemangkasan anggaran yang signifikan. Rencana ini diusulkan di tengah upaya Presiden Donald Trump menekan pengeluaran pemerintah dan mengurangi peran AS di panggung internasional.
Pemangkasan yang diajukan mencapai hampir 50 persen dari anggaran Deplu AS. Ini akan berdampak luas pada kegiatan diplomasi AS di seluruh dunia.
Proposal Pemangkasan Anggaran yang Dramatis
Proposal internal Departemen Luar Negeri AS mengusulkan perombakan besar-besaran pada kegiatan diplomatik. Ini termasuk penghentian berbagai program dan penutupan sejumlah Kedutaan Besar dan Konsulat.
Hampir semua pendanaan untuk organisasi internasional, termasuk PBB, akan dihilangkan. Program Fulbright, salah satu program beasiswa bergengsi AS, juga terancam.
Anggaran yang diusulkan untuk tahun fiskal 2026 (mulai 1 Oktober) adalah US$ 28,4 miliar. Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan anggaran tahun fiskal 2025 yang mencapai US$ 54,4 miliar, selisihnya mencapai US$ 26 miliar.
Dampak Penutupan Misi Diplomatik AS
Laporan menyebutkan potensi penutupan 10 Kedutaan Besar dan 17 Konsulat AS di berbagai negara. Beberapa negara yang berpotensi kehilangan misi diplomatik AS termasuk Eritrea, Luksemburg, Sudan Selatan, dan Malta.
Prancis akan kehilangan lima konsulat AS, sementara Jerman kehilangan dua konsulat. Misi diplomatik di Skotlandia dan Italia juga terancam ditutup.
Di Kanada, beberapa konsulat AS di Montreal dan Halifax akan diperkecil. Hal ini akan mengurangi jangkauan diplomasi AS di wilayah tersebut.
Respon dan Proyeksi ke Depan
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tammy Bruce, menekankan bahwa rencana tersebut masih belum final. Anggaran akhir masih bergantung pada keputusan Gedung Putih dan Presiden.
Dukungan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, terhadap proposal ini belum diketahui. Namun, persetujuannya diperlukan sebelum proposal diajukan ke Kongres.
Kongres AS memiliki kekuasaan akhir untuk menyetujui atau menolak proposal pemangkasan anggaran ini. Proses persetujuan membutuhkan negosiasi yang alot antar anggota parlemen.
Proposal pemangkasan anggaran Departemen Luar Negeri AS ini berpotensi memicu perdebatan sengit di Kongres. Dampaknya terhadap kebijakan luar negeri AS dan hubungan internasional akan sangat signifikan dan perlu dipantau dengan saksama. Ketidakpastian ini menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan diplomasi AS di era mendatang.





