TNI Datangi Diskusi Mahasiswa UIN Semarang: Penjelasan Mengejutkan Kodam!

Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Abdul (nama samaran), melaporkan kejadian mencurigakan selama diskusi mahasiswa. Kehadiran pria tak dikenal dan anggota TNI dalam diskusi tersebut menimbulkan kekhawatiran.

Diskusi yang bertajuk ‘Fasisme Mengancam Kampus: Bayang-Bayang Militer bagi Kebebasan Akademik’ diselenggarakan Kelompok Studi Mahasiswa (KSMW) UIN Semarang pada Senin (14/4/2025).

Bacaan Lainnya

Kehadiran Pria Tak Dikenal dan Anggota TNI

Seorang pria tak dikenal hadir dalam diskusi tersebut. Ia menolak memperkenalkan diri, memicu kecurigaan mahasiswa.

Setelah didesak, pria tersebut hanya memperkenalkan diri sebagai ‘Ukem’. Ia kemudian meninggalkan lokasi sekitar 5 menit kemudian.

Tak lama setelahnya, petugas keamanan kampus datang dan mengarahkan beberapa mahasiswa untuk menemui seseorang. Ternyata, anggota TNI telah berada di dekat lokasi.

Anggota TNI tersebut, bersama seorang pria berpakaian hitam, meminta identitas peserta diskusi, daftar nama peserta, dan tema diskusi. Hal ini membuat para mahasiswa merasa diawasi.

Tuduhan Mabuk dan Ancaman Terhadap Ruang Diskusi

Abdul mengungkapkan adanya tuduhan dari pihak TNI bahwa beberapa peserta diskusi dalam keadaan mabuk. Hal ini dibantah oleh Abdul.

Tuduhan mabuk tersebut dianggap sebagai upaya intimidasi dan ancaman terhadap kebebasan berdiskusi. Mahasiswa merasa ruang diskusi mereka terancam.

Penjelasan Kodam IV/Diponegoro

Kodam IV/Diponegoro membenarkan kehadiran anggota TNI di kampus UIN Walisongo. Anggota tersebut merupakan anggota Koramil Ngaliyan yang sedang melakukan monitoring wilayah.

Kapendam IV/Diponegoro, Letkol Inf Andy, menjelaskan bahwa kehadiran anggota TNI hanya untuk monitoring wilayah, karena adanya pamflet undangan diskusi yang beredar luas.

Pria berbaju hitam yang disebut ‘Ukem’ dikonfirmasi bukan anggota TNI. Kodam IV/Diponegoro menegaskan tidak ada intervensi terhadap acara diskusi tersebut.

Kehadiran anggota TNI hanya di depan kampus, dan tidak ada upaya pencegahan atau intervensi terhadap jalannya diskusi.

Insiden ini menyoroti pentingnya kebebasan akademik dan pentingnya menjaga agar ruang diskusi di kampus tetap terjaga dari tekanan eksternal. Kejadian ini perlu menjadi perhatian bagi semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *