Yayasan Bina Insani, lembaga pendidikan dan terapi untuk anak berkebutuhan khusus di Jambi, nyaris gulung tikar di awal 2020.
Namun, berkat bantuan Ipda Desri Iswandy, yayasan tersebut berhasil bertahan dan kembali aktif.
Dedikasi Ipda Desri ini mengantarkannya diusulkan sebagai kandidat Hoegeng Awards 2025 oleh pembaca detikcom.
Sebelumnya, Ipda Desri, yang saat ini bertugas sebagai Ps Pamin Subbid Paminal Propam Polda Jambi, juga telah muncul di program Hoegeng Corner 2024.
Awal Keterlibatan Ipda Desri di Yayasan Bina Insani
Kisah keterlibatan Ipda Desri bermula dari unggahan video kondisi Yayasan Bina Insani yang memprihatinkan oleh Edy Purnomo, seorang pengajar di yayasan tersebut.
Video yang diunggah ke WhatsApp itu sampai ke saudara Ipda Desri, yang kemudian menanyakan rencana bantuan kepada Edy.
Dari situlah Ipda Desri mulai terlibat membantu Yayasan Bina Insani agar tetap beroperasi.
Mengajar dan Memberi Terapi
Ipda Desri tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga terjun langsung.
Ia mengunjungi yayasan, mengamati proses pengajaran dan terapi, dan bahkan ikut mengajar anak-anak.
“Anak yang awalnya tidak bisa berjalan, Ipda Desri mengajar sampai anak itu bisa berjalan,” tutur Edy.
Membangun Tempat Baru
Meskipun sempat gagal dalam ujian pendidikan kepolisian pada 2021, Ipda Desri tetap berkomitmen membantu Yayasan Bina Insani.
Ia bahkan menyiapkan tempat baru untuk yayasan tersebut, sebuah tindakan yang membuat Edy sangat bersyukur.
“Mungkin abang belum dikasih rezeki untuk sekolah, tapi abang nyiapin untuk anak-anak yang ada di tempatmu,” kata Edy menirukan ucapan Ipda Desri.
Pada 2022, Ipda Desri berhasil lulus pendidikan kepolisian, namun tetap meluangkan waktu untuk mengajar di Bina Insani.
Dedikasi Tanpa Pamrih Ipda Desri
Edy Purnomo menggambarkan Ipda Desri sebagai sosok yang sangat peduli dan selalu membantu dengan sepenuh hati.
Menurutnya, bantuan yang diberikan Ipda Desri tidak pernah setengah-setengah, meskipun ia bukan saudara kandung para pengajar dan anak-anak di yayasan tersebut.
Kemanusiaan sebagai Penggerak
Dalam wawancara sebelumnya di program Hoegeng Corner, Ipda Desri sendiri menjelaskan alasan di balik dedikasinya.
Ia tergerak oleh rasa kemanusiaan dan empati, membayangkan bagaimana jika anak-anak tersebut adalah anaknya sendiri.
Ia ingin menjadi seperti ayah asuh bagi mereka, agar kelak anak-anak tersebut masih mengingat kebaikannya.
Transformasi Yayasan Bina Insani
Berkat bantuan Ipda Desri, Yayasan Bina Insani berhasil melewati masa sulit di masa pandemi.
Yayasan tersebut bahkan mampu pindah ke tempat baru yang lebih layak di tahun 2022.
Kini, Yayasan Bina Insani telah berkembang pesat, menampung sekitar 28 anak dan 7 pendidik.
Kisah Ipda Desri dan Yayasan Bina Insani menjadi bukti nyata bahwa kepedulian dan aksi nyata dapat membawa perubahan besar bagi sesama.
Dedikasi Ipda Desri yang tanpa pamrih menjadi inspirasi bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan membantu mereka yang membutuhkan.





