Menteri Kebudayaan Indonesia (Menbud), Fadli Zon, dan Wakil Menbud, Giring Ganesha Djumaryo, bertemu dengan Menteri Kebudayaan Federasi Rusia, Olga Lyubimova. Pertemuan ini merupakan rangkaian kunjungan kenegaraan setelah menghadiri Pertemuan ke-13 Joint Commission on Trade, Economic, and Technical Cooperation.
Penguatan Hubungan Budaya Indonesia-Rusia
Pertemuan tersebut difokuskan pada upaya memperkuat hubungan budaya kedua negara. Keduanya juga membahas percepatan penyusunan nota kesepahaman di bidang kebudayaan.
Menbud Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas hubungan bilateral Indonesia dan Rusia yang telah terjalin sejak 1949. Ia menyebut perayaan 75 tahun hubungan diplomatik sebagai tonggak penting.
Fadli menekankan kesamaan semangat antara Indonesia dan Rusia tentang pentingnya dialog antarbudaya. Hal ini dianggap sebagai elemen dasar dalam membangun masyarakat yang damai dan adil.
Kerja Sama Budaya yang Telah Terjalin
Indonesia dan Rusia telah menjalin kerja sama budaya melalui Perjanjian Kerja Sama Kebudayaan tahun 1998. Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk memajukan pertukaran budaya dan hubungan antarmasyarakat.
Beberapa bentuk kolaborasi telah terlaksana, termasuk pameran foto ‘Marine Ships Must Be’ dan konser bersama. Indonesia juga tengah mempersiapkan ‘Hari Indonesia’ di Rusia sebagai bentuk timbal balik.
Proyek Kolaborasi Masa Depan
Indonesia dan Rusia berkomitmen untuk memperkuat kerja sama melalui berbagai proyek. Diantaranya adalah produksi film bersama, pengembangan museum dan perpustakaan, serta fasilitasi penelitian dan pengarsipan.
Kemenbud berharap dapat meningkatkan kerja sama dengan lembaga budaya Rusia seperti Museum State Hermitage dan Galeri State Tretyakov. Eksplorasi bidang kerja sama potensial lainnya juga akan dilakukan.
Indonesia berencana memfasilitasi kerja sama antar perpustakaan nasional. Fokusnya pada studi manuskrip dan pelestarian arsip.
Penerjemahan Buku dan Pengembangan Sastra
Fadli mengusulkan penerjemahan buku tahun 1925 tentang Tan Malaka dari Rusia ke Bahasa Indonesia. Ia juga meminta dukungan Federasi Rusia untuk kerja sama pengembangan sastra.
Inisiatif penerjemahan bersama karya-karya klasik dan karya-karya yang dikurasi juga akan dijajaki. Fadli menyampaikan apresiasi atas dedikasi Rusia dalam memperkuat hubungan budaya kedua negara.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh pejabat dari kedua negara, termasuk Kepala Sekretariat Menteri Kebudayaan Federasi Rusia dan Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Indonesia. Pertemuan ini menghasilkan banyak ide yang diharapkan dapat diwujudkan menjadi hasil yang bermakna bagi kedua negara.
Kerja sama budaya Indonesia-Rusia yang semakin kuat diharapkan dapat memperkaya pemahaman antarbudaya dan mempererat hubungan bilateral kedua negara. Proyek-proyek kolaboratif yang direncanakan menjanjikan masa depan yang cerah bagi hubungan kedua negara di bidang kebudayaan.





