Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Supratman Andi Agtas memuji kinerja Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kemenkumham. Prestasi Ditjen AHU dalam menyelesaikan 2,9 juta permohonan di triwulan I 2025 menjadi bukti nyata keberhasilan transformasi digital.
Transformasi Digital Ditjen AHU: Efisiensi dan Transparansi Layanan Hukum
Ditjen AHU berhasil menyelesaikan 2.900.948 permohonan dari total target 2.913.595 permohonan, atau mencapai 99,57%. Angka ini mendekati target dan menunjukkan peningkatan 5,73% dibanding triwulan I tahun 2024.
Percepatan Layanan Online
Transformasi digital menjadi kunci keberhasilan ini. Ditjen AHU telah mempercepat 95 layanan hukum online, meningkat dari 79 layanan sebelumnya dalam tiga bulan terakhir.
Target Layanan Digital 100% di Tahun 2025
Ditjen AHU menargetkan 52 layanan digital tambahan akan rampung pada Juni 2025. Hal ini akan mengintegrasikan 147 layanan Ditjen AHU secara digital pada akhir tahun.
Peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Ditjen AHU
Realisasi PNBP Ditjen AHU pada Januari-Maret 2025 mencapai Rp 311.313.889.586. Angka ini melampaui target triwulan I 2025 sebesar Rp 263.000.000.000, mencapai 118,37%.
Peningkatan dibandingkan Tahun 2024
Capaian PNBP ini juga meningkat 5,30% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan peningkatan efisiensi dan efektivitas layanan Ditjen AHU.
Kerja Sama Lintas Kementerian dan Fasilitasi Naturalisasi Atlet
Ditjen AHU memperkuat kolaborasi antar kementerian/lembaga. Kerja sama ini mencakup Kejaksaan Agung, Kemenkumham (Ditjen Pemasyarakatan), dan Otoritas Jasa Keuangan.
Dukungan terhadap Sepak Bola Nasional
Ditjen AHU juga berperan penting dalam fasilitasi naturalisasi atlet. Pada triwulan I 2025, enam atlet sepak bola telah dinaturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia dalam kualifikasi Piala Dunia 2026.
Keenam atlet tersebut adalah Ole Lennard Ter Haar, Dion Markx, Tim Geypens, Dean James, Emil Audero, dan Joey Pelupessy. Hal ini menunjukkan komitmen Ditjen AHU dalam mendukung perkembangan olahraga nasional.
Peningkatan kinerja Ditjen AHU ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan pelayanan publik melalui transformasi digital. Efisiensi dan transparansi yang tercipta tidak hanya berdampak positif pada masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan penerimaan negara. Ke depannya, integrasi digital penuh di Ditjen AHU diharapkan akan semakin mempermudah akses masyarakat terhadap layanan hukum dan mendorong perkembangan olahraga nasional.





