Menteri Agus panen raya jagung: Sukses bersama 15 napi Nusakambangan

Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto memantau langsung panen jagung di Lapas Gladakan, Nusa Kambangan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan produktivitas lahan di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Program Ketahanan Pangan di Lapas Nusakambangan

Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan di Lapas Gladakan, Nusa Kambangan. Lahan seluas 6,2 hektar ditanami jagung hibrida dengan melibatkan 15 warga binaan.

Bacaan Lainnya

Pemanfaatan Hasil Panen

Jagung yang dipanen akan digunakan sebagai pakan ayam ternak di Lapas Kelas IIB Terbuka Nusakambangan. Hal ini diharapkan dapat menekan biaya operasional peternakan ayam di dalam lapas.

Insentif bagi Warga Binaan

Setiap warga binaan yang berpartisipasi dalam program ketahanan pangan, termasuk pertanian dan perikanan, akan mendapatkan premi. Besaran premi disesuaikan dengan hasil produksi yang dicapai.

Sistem Pemberian Premi

Sebagai contoh, jika seorang warga binaan mendapatkan premi Rp 1,5 juta dari hasil perikanan, maka 30 persennya (Rp 450.000) akan diberikan langsung, sementara sisanya (Rp 1.050.000) akan disimpan di rekening BRI dan baru dapat diambil setelah bebas. Sistem ini bertujuan untuk memberikan insentif dan sekaligus menumbuhkan kebiasaan menabung.

Pengecekan Peternakan Ayam dan Kebutuhan Pakan

Menteri Agus Andrianto sebelumnya telah meninjau peternakan ayam di Lapas Kelas IIB Terbuka Nusakambangan. Beliau menekankan pentingnya pelatihan peternakan bagi warga binaan dan efisiensi biaya pakan ternak.

Kebutuhan Pakan Lokal

Menteri Agus mendorong agar pakan ayam bersumber dari hasil pertanian lokal di Nusakambangan, seperti jagung yang baru dipanen. Hal ini akan membantu menekan biaya operasional dan meningkatkan kemandirian Lapas dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak.

Kesimpulan: Menuju Lapas yang Mandiri dan Produktif

Inisiatif Menteri Agus Andrianto ini menandai langkah penting dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih produktif dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan lahan terlantar untuk kegiatan pertanian dan peternakan, diharapkan warga binaan dapat memperoleh keterampilan baru dan berkontribusi pada perekonomian lapas. Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong ketahanan pangan nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *