Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan hasil pertemuan antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Wakil Perdana Menteri Pertama Federasi Rusia, Denis Manturov.
Undangan untuk Prabowo Subianto dari Rusia
Manturov mengundang Prabowo untuk menghadiri dua acara penting di Rusia.
Pertama, parade militer, dan kedua, Saint Petersburg International Economic Forum (SPIEF).
Partisipasi Prabowo dalam SPIEF
Kehadiran Prabowo di SPIEF diharapkan dapat memperkuat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Rusia.
Forum ekonomi internasional ini menjadi platform penting untuk membahas berbagai peluang investasi dan kerja sama bisnis.
Kerja Sama Strategis Indonesia-Rusia
Pertemuan tersebut juga membahas sejumlah kerja sama strategis dan ekonomi yang akan dituangkan dalam memorandum of understanding (MoU).
Kerja sama ini mencakup berbagai sektor, menjanjikan peningkatan hubungan bilateral yang lebih erat.
Penguatan Perjanjian Dagang Indonesia-Eurasian Economic Union
Airlangga juga menyebutkan pembahasan mengenai pengembangan The Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (IEAEU-FTA).
Diharapkan, perjanjian ini dapat diselesaikan saat kunjungan Prabowo ke Saint Petersburg.
Perjanjian Dagang Bebas (FTA) dengan EAEU
IEAEU-FTA mencakup lima negara bekas Uni Soviet: Rusia, Armenia, Belarus, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan.
Penyelesaian perjanjian ini akan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia di kawasan Eurasia.
Rencana Kunjungan Prabowo ke Rusia
Airlangga sebelumnya telah mengumumkan rencana kunjungan Prabowo ke Rusia pada bulan Juni.
Kunjungan ini akan difokuskan pada pembahasan perjanjian dagang, termasuk finalisasi IEAEU-FTA.
Kunjungan Prabowo ke Rusia diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral, meningkatkan kerja sama ekonomi, dan membuka akses pasar baru bagi Indonesia. Suksesnya negosiasi IEAEU-FTA akan menjadi pencapaian signifikan bagi perekonomian Indonesia.





