Dampak Tarif Trump: Ancaman & Peluang Ganda Perikanan Indonesia

Kebijakan tarif timbal balik 32% yang sempat diumumkan Presiden Trump, meski ditunda 90 hari, menimbulkan tantangan besar bagi eksportir perikanan Indonesia. Hal ini juga menguji strategi Ekonomi Biru yang tengah digencarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Tantangan Tarif dan Strategi Ekonomi Biru

Tren proteksionisme pasca pandemi dan meningkatnya ketegangan geopolitik membuat sektor pangan, khususnya protein laut, menjadi arena persaingan global yang krusial. Pasar Amerika Serikat, sebagai mitra dagang utama Indonesia, menjadi fokus perhatian.

Bacaan Lainnya

Pada 2024, Amerika Serikat mengimpor produk perikanan senilai USD 27,43 miliar (data ITC Trademap). Indonesia menempati posisi ke-4 sebagai pemasok dengan nilai ekspor USD 2,02 miliar (7% dari total impor AS).

Udang (USD 1,08 miliar), tuna-cakalang (USD 254 juta), dan rajungan-kepiting (USD 362 juta) merupakan komoditas unggulan Indonesia di pasar AS. Kehadiran tarif baru mengancam posisi strategis ini.

Negosiasi dan Adaptasi

Pemerintah Indonesia tengah bernegosiasi selama masa penundaan tarif hingga Juli 2025. Namun, ancaman tarif ini mendorong sektor perikanan untuk meningkatkan daya saingnya.

KKP merancang berbagai strategi untuk menjaga stabilitas perdagangan ekspor dan produktivitas perikanan dalam negeri. Diversifikasi pasar ekspor menjadi kunci utama.

Diversifikasi Pasar Ekspor

Uni Eropa, Jepang, Tiongkok, dan Timur Tengah menjadi target pasar baru. Negara-negara ini memiliki potensi permintaan tinggi untuk produk perikanan olahan bernilai tambah.

Uni Eropa, misalnya, mengimpor tuna hingga 32,2% dan udang 23,5% dari total impor global. Perjanjian dagang Indonesia-EU CEPA diharapkan dapat mempermudah akses pasar ini.

Negara-negara BRICS dan kawasan Teluk juga menjadi fokus perluasan pasar. Indonesia juga meningkatkan kerja sama jaminan mutu produk perikanan untuk memperluas akses ekspor.

Hingga Maret 2025, 544 unit pengolahan ikan Indonesia telah mendapat izin ekspor ke Tiongkok, dan Korea Selatan juga membuka akses pasarnya. KKP pun tengah menyelesaikan finalisasi izin ekspor komoditas budidaya ke Arab Saudi.

Penguatan Pasar Domestik

KKP juga fokus mengembangkan pasar domestik sebagai penyangga gejolak eksternal. Besarnya jumlah penduduk Indonesia dan upaya peningkatan asupan protein menjadi peluang besar.

Jika separuh penduduk Indonesia mengonsumsi ikan 100 gram/hari (standar WHO), potensi pasar domestik bisa mencapai lebih dari USD 5 miliar per tahun. Ini merupakan peluang nyata yang harus dimaksimalkan.

Strategi Pasar Domestik

Strategi KKP meliputi identifikasi jenis ikan sesuai selera lokal, perbaikan struktur pasar, penjaminan kualitas, dan kemudahan distribusi.

Penataan hulu perikanan juga penting, termasuk skema penangkapan ikan terukur untuk meningkatkan efisiensi dan melindungi ekosistem.

Program pemerintah, seperti bantuan pangan dan subsidi ikan, dapat dimanfaatkan untuk menyerap produksi dalam negeri. Program Makan Bergizi Gratis menjadi contoh nyata upaya ini.

Program Ekonomi Biru juga mencakup revitalisasi tambak, pengembangan budidaya ikan, dan revitalisasi tambak garam. Kolaborasi dengan pelaku usaha dan masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan.

Program-program seperti BUBK di Kebumen, modeling budidaya nila salin di Karawang, dan Kampung Nelayan Modern di Biak, terus dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Hilirisasi menjadi fokus utama. Produk olahan siap saji (ready-to-eat seafood) akan menjadi andalan ekspor masa depan dan memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Tekanan tarif dari kebijakan Trump bisa menjadi motivasi untuk meningkatkan daya saing. Kolaborasi semua pihak, mulai dari nelayan hingga konsumen, sangat penting untuk menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai pilar ekonomi nasional. Dengan mengoptimalkan pasar ekspor dan domestik, Indonesia dapat naik kelas sebagai kekuatan maritim dunia.

Doni Ismanto Darwin, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Komunikasi Publik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *