Presiden China Xi Jinping melakukan kunjungan ke Vietnam dalam rangkaian tur Asia Tenggara. Kunjungan ini dilakukan di tengah ketegangan perdagangan global, khususnya dengan Amerika Serikat.
Xi Jinping di Vietnam: Menentang Intimidasi, Sindir AS?
Xi Jinping secara terang-terangan menyerukan penolakan terhadap intimidasi sepihak dan penegakan stabilitas sistem perdagangan bebas global. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungannya ke Vietnam, tanpa secara eksplisit menyebut Amerika Serikat sebagai target.
Kerjasama Bilateral dan Perjanjian yang Ditandatangani
Selama kunjungannya, China dan Vietnam menandatangani 45 perjanjian kerja sama. Kerjasama ini mencakup berbagai bidang penting, seperti rantai pasokan, kecerdasan buatan (AI), patroli maritim bersama, dan pengembangan jalur kereta api.
Respons Donald Trump: Tuduhan “Mengacaukan” AS
Presiden Donald Trump merespon kunjungan Xi dengan menuduh pertemuan antara Xi dan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, To Lam, bertujuan untuk merugikan Amerika Serikat. Trump menyatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan upaya untuk “mengacaukan” Amerika Serikat.
Latar Belakang Kunjungan dan Tarif AS
Kunjungan Xi ke Vietnam berlangsung hampir dua minggu setelah AS memberlakukan tarif baru terhadap barang-barang Vietnam. Langkah ini merupakan bagian dari eskalasi perang tarif global, yang membuat China berupaya memperkuat hubungan perdagangan regional.
Kunjungan Xi: Strategi China di Tengah Ketegangan Perdagangan
Kunjungan Xi ke Vietnam, Malaysia, dan Kamboja merupakan kunjungan luar negeri pertamanya di tahun 2025. Beijing menyebut kunjungan ini “sangat penting” untuk kawasan Asia Tenggara.
Menjaga Sistem Perdagangan Multilateral
Xi Jinping menekankan pentingnya menjaga sistem perdagangan multilateral, rantai pasokan global yang stabil, dan lingkungan internasional yang terbuka dan kooperatif. Ia juga menegaskan bahwa perang dagang dan proteksionisme tidak akan menguntungkan siapapun.
Implikasi Kunjungan Xi Jinping terhadap Hubungan Internasional
Kunjungan Xi Jinping ke Vietnam menandai upaya China untuk memperkuat hubungan bilateral dan regional di tengah ketegangan dengan AS. Hal ini juga menunjukkan upaya China untuk memposisikan diri sebagai alternatif yang stabil dalam sistem perdagangan global.
Pertemuan antara Xi dan To Lam menghasilkan banyak kesepahaman, menunjukkan komitmen kedua negara untuk mempererat kerja sama. Kunjungan ini, meskipun diwarnai oleh komentar Trump, menunjukkan dinamika hubungan kompleks antara China, Vietnam, dan Amerika Serikat dalam konteks perdagangan global. Ke depannya, dampak dari perjanjian-perjanjian yang ditandatangani dan pernyataan-pernyataan yang disampaikan akan menjadi perhatian bagi para pengamat hubungan internasional.





