Eks KPU Bongkar Rahasia Dana Suap Harun Masiku: Hasto Kunci Utamanya?

Kesaksian Wahyu Setiawan: Sumber Dana Suap Harun Masiku

Mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, memberikan kesaksian dalam sidang kasus dugaan suap pengurusan PAW anggota DPR untuk Harun Masiku. Sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Kamis (17/4/2025) ini menghadirkan Hasto Kristiyanto sebagai terdakwa.

Dalam kesaksiannya, Wahyu mengaku mendengar percakapan mengenai sumber dana suap tersebut.

Bacaan Lainnya

Obrolan tentang Sumber Dana Suap

Jaksa menanyakan kepada Wahyu mengenai sumber dana suap. Wahyu menyatakan pernah mendengar percakapan yang menyebut Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, sebagai sumber dana.

Ia mendengar percakapan tersebut dari kader PDIP, Donny Tri Istiqomah dan Saeful Bahri, saat mereka merokok di gedung KPK.

Wahyu menegaskan bahwa ia hanya mendengar percakapan tersebut dan tidak terlibat langsung dalam pembicaraan.

Isi Percakapan Donny dan Saeful

Menurut Wahyu, Donny dan Saeful berbincang mengenai tahap pertama dana suap berasal dari Hasto Kristiyanto.

Wahyu menekankan bahwa informasi ini ia dapatkan dari mendengar percakapan Donny dan Saeful, bukan dari sumber lain.

Ia juga menambahkan bahwa belakangan ini ia membaca pemberitaan media mengenai pernyataan serupa dari Saeful Bahri.

Dakwaan Terhadap Hasto Kristiyanto

Hasto Kristiyanto didakwa oleh KPK atas kasus perintangan penyidikan dan suap.

Ia diduga menghalangi penangkapan Harun Masiku dan memberikan suap kepada Wahyu Setiawan sebesar Rp 600 juta.

Suap tersebut bertujuan untuk memuluskan pengurusan PAW Harun Masiku sebagai anggota DPR.

Donny Tri Istiqomah juga telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara Saeful Bahri telah divonis bersalah. Harun Masiku sendiri masih berstatus buron.

Kesaksian Wahyu Setiawan ini menjadi salah satu poin penting dalam persidangan kasus yang melibatkan Hasto Kristiyanto. Pernyataan Wahyu tentang sumber dana suap tentu akan menjadi pertimbangan penting bagi majelis hakim dalam menentukan putusan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *