Aiptu Suhati, seorang Bhabinkamtibmas di Polsek Tellu Siattinge, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, telah diusulkan sebagai kandidat Hoegeng Awards 2025. Pengusulnya adalah Kepala Desa Lea, Jufri, yang merasakan langsung dedikasi Aiptu Suhati selama bertugas di desanya sejak tahun 2020.
Dedikasi Aiptu Suhati di Desa Lea
Aiptu Suhati telah banyak membantu warga Desa Lea dalam berbagai permasalahan. Kepala Desa Jufri mengungkapkan bantuan Aiptu Suhati dalam menyelesaikan sengketa batas tanah.
Aiptu Suhati piawai menengahi konflik antarwarga. Kemampuannya membujuk warga menjadi kunci keberhasilannya menyelesaikan permasalahan.
Bahkan, Kepala Desa Jufri sering menitipkan desa tersebut kepada Aiptu Suhati saat ia berhalangan. Hal ini menunjukkan rasa percaya dan kepercayaan penuh Kepala Desa terhadap kinerja Aiptu Suhati.
Pendirian Pondok Iqra dan Peran sebagai Guru Ngaji
Selain tugasnya sebagai Bhabinkamtibmas, Aiptu Suhati mendirikan Pondok Iqra Al Muhajirin dan menjadi guru ngaji. Pondok tersebut dibangun atas inisiatifnya sendiri dan menjadi tempat belajar mengaji bagi anak-anak di Desa Lea.
Sekitar 30 anak mengikuti ngaji di pondok tersebut. Dua cucu Kepala Desa Jufri juga termasuk di antara para santri, dan Jufri memuji kualitas pengajaran Aiptu Suhati.
Kegiatan mengajar ngaji ini dilakukan tanpa pamrih. Aiptu Suhati tidak pernah meminta bayaran atas jasanya.
Program-Program Lain yang Diinisiasi Aiptu Suhati
Aiptu Suhati memiliki beberapa program lain untuk masyarakat. Salah satunya membantu memperbaiki rumah warga yang rusak atau tidak layak huni.
Ia berperan sebagai fasilitator, menghubungkan warga dengan donatur, termasuk dari kepolisian dan Baznas. Aiptu Suhati telah membantu perbaikan tiga rumah warga sampai saat ini.
Semangat pengabdian Aiptu Suhati didorong oleh niat untuk bermanfaat bagi masyarakat. Ia meyakini bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi sesamanya.
Aiptu Suhati juga aktif melakukan kunjungan door to door, penyuluhan di sekolah, dan partisipasi dalam kegiatan masyarakat. Ia konsisten menjalankan program-programnya sejak 2020 di Desa Patangga dan Desa Lea.
Pondok Iqra Al Muhajirin: Lebih dari Sekedar Tempat Ngaji
Pondok Iqra tidak hanya untuk belajar mengaji, tetapi juga sebagai perpustakaan kecil. Anak-anak dapat membaca buku cerita bertemakan agama Islam.
Pondok ini juga difungsikan sebagai tempat pertemuan warga. Fleksibelitas penggunaan pondok menunjukkan kepedulian Aiptu Suhati terhadap berbagai kebutuhan masyarakat.
Kerja Sama dengan Suami dalam Mengajar Ngaji
Aiptu Suhati berkolaborasi dengan suaminya dalam mengajar ngaji. Mereka membagi tugas di Desa Patangga dan Desa Lea.
Kerja sama ini menunjukkan dukungan penuh keluarga dalam menjalankan misi pengabdian kepada masyarakat. Hal ini juga menunjukkan dedikasi dan komitmen yang tinggi dari keluarga Aiptu Suhati.
Sumber Dana Pembangunan Pondok Iqra
Pondok Iqra dibangun di atas tanah warga yang dihibahkan. Dana pembangunan berasal dari dana pribadi Aiptu Suhati dan bantuan para donatur.
Ukuran pondok yang 5×5 meter menunjukkan kesederhanaan namun tetap fungsional untuk kegiatan belajar mengaji. Hal ini juga memperlihatkan bahwa niat tulus dan kerja keras dapat menghasilkan hal yang bermakna.
Kisah Aiptu Suhati menjadi contoh nyata seorang aparat penegak hukum yang tidak hanya menjalankan tugasnya secara profesional, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Dedikasinya yang luar biasa kepada masyarakat Desa Lea patut diapresiasi dan menjadi inspirasi bagi kita semua. Semoga pengusulannya sebagai kandidat Hoegeng Awards 2025 dapat membuahkan hasil yang baik.





