Beredar isu “matahari kembar” setelah beberapa menteri Kabinet Merah Putih mengunjungi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di kediamannya di Solo. Pernyataan ini pertama kali dilontarkan oleh politikus PKS, Mardani Ali Sera.
Komentar PKS: Pernyataan Pribadi
Mardani mengingatkan pentingnya silaturahmi, namun memperingatkan agar tidak ada “matahari kembar”. Ia berharap kunjungan para menteri tersebut murni silaturahmi.
PKS kemudian mengklarifikasi pernyataan Mardani. Partai menegaskan pernyataan tersebut merupakan pendapat pribadi dan tidak mewakili sikap resmi PKS.
Juru bicara PKS, Ahmad Mabruri, menjelaskan Mardani bukan lagi bagian dari pengurus DPP PKS yang terlibat dalam pengambilan keputusan politik. Saat ini, Mardani bertugas di DPR.
Tanggapan Partai Lain: Satu Matahari, Satu Pemerintahan
Partai Demokrat menyatakan hanya ada satu pemimpin pemerintahan, yaitu Presiden Prabowo Subianto. Mereka menganggap kunjungan menteri ke Jokowi sebagai hal biasa dan tidak perlu diartikan negatif.
Partai Golkar juga membantah isu “matahari kembar”. Mereka menilai kunjungan tersebut sebagai silaturahmi biasa, khususnya mengingat suasana Lebaran.
Sekjen Golkar, Sarmuji, menekankan para menteri menyadari Presiden Prabowo adalah pemimpin mereka dan tetap patuh kepadanya. Ia meminta agar tidak semua pertemuan dipolitisir.
PAN menilai kekhawatiran Mardani Ali Sera berlebihan. Mereka menganggap pertemuan tersebut sebagai silaturahmi biasa setelah Ramadan.
Eko Hendro Purnomo, Sekjen PAN, membandingkan pertemuan tersebut dengan hubungan anak dan orang tua, menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antartokoh bangsa. Ia menilai istilah “matahari kembar” berlebihan.
Pandangan PDIP: Silaturahmi yang Baik
Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, juga menanggapi isu tersebut. Ia menegaskan bahwa Presiden Indonesia saat ini adalah Prabowo Subianto.
Puan menganggap pertemuan menteri dengan Jokowi sebagai silaturahmi biasa dan hal yang positif, terutama di masa Lebaran.
Kesimpulannya, berbagai partai politik menanggapi isu “matahari kembar” dengan menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto memimpin pemerintahan saat ini. Pertemuan para menteri dengan Jokowi dilihat sebagai silaturahmi biasa dan tidak mengindikasikan adanya dualisme kekuasaan. Pernyataan Mardani Ali Sera pun diklarifikasi sebagai pendapat pribadi.





