Empat pemerintah daerah mengajukan lahan dan aset mereka untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Inisiatif ini disambut baik oleh Kementerian Sosial.
Usulan Lahan Sekolah Rakyat dari Empat Daerah
Pemerintah daerah Jambi, Kabupaten Bungo, Tanjung Jabung Timur, dan Kabupaten Deli Serdang secara resmi mengajukan usulan. Masing-masing daerah diwakili oleh pejabat tinggi daerahnya langsung ke Kementerian Sosial.
Jambi: 7 Hektare Lahan untuk Sekolah Rakyat
Wali Kota Jambi, Maulana, menyatakan antusiasmenya terhadap program Sekolah Rakyat. Ia menawarkan lahan seluas 7 hektare untuk pembangunan sekolah tersebut. Pembangunan sekolah ini diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan di Jambi, sebuah kota yang menjadi tujuan migrasi banyak penduduk.
Tanjung Jabung Timur: Tiga Lokasi Potensial
Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, Muslimin Tanja, mengungkapkan bahwa daerahnya merupakan kabupaten termiskin di Jambi dengan IPM terendah. Ia menawarkan tiga lokasi potensial seluas 80 hektare, 10 hektare, dan 6,7 hektare, salah satunya merupakan bumi perkemahan dengan bangunan yang sudah ada.
Deli Serdang dan Bungo: Persiapan Usulan
Sekda Deli Serdang, Timur Tumanggor, menyampaikan dukungannya dan sedang mempersiapkan detail usulan dua lokasi untuk Sekolah Rakyat. Wakil Bupati Bungo, Tri Wahyu Hidayat, juga menyatakan kesiapannya dan sedang mempersiapkan persyaratan yang dibutuhkan.
Sekolah Rakyat: Kolaborasi dan Fasilitas Lengkap
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyatakan bahwa Sekolah Rakyat merupakan kolaborasi antara kementerian dan pemerintah daerah. Program ini akan menanggung biaya pendidikan, makan, dan seragam siswa.
Kapasitas dan Fasilitas Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat ditargetkan menampung 1.000 siswa per sekolah dari tingkat SD hingga SMA. Siswa akan mendapatkan pendidikan dan gizi yang cukup untuk menunjang proses belajar mereka.
Harapan Pengurangan Kemiskinan Melalui Pendidikan
Program Sekolah Rakyat diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Fasilitas yang lengkap dan komprehensif diharapkan dapat menjadi solusi untuk menekan angka putus sekolah dan mengurangi kemiskinan. Keempat daerah yang mengajukan usulan memiliki tingkat kemiskinan yang relatif tinggi dan berharap program ini dapat menjadi prioritas.
Para kepala daerah berharap program Sekolah Rakyat ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi angka kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan. Dukungan penuh dari Kementerian Sosial sangat penting dalam mewujudkan visi ini.





